Unik, Informatif , Inspiratif

Jangan Seperti Abu Jahal

0

Di masa teknolgi yang semakin berkembang pesat ini, setiap orang mampu berdakwah dengan caranya masing-masing. Munculnya komunitas-komunitas hijrah dan kajian menandakan adanya kemajuan terhadap minat mendalami ajaran Islam.

Meski sebenarnya, agama Islam sendiri tidak bisa dijalankan begitu saja oleh orang yang tidak memiliki niat untuk mendalaminya atau hanya sekedar Islam KTP.

BACA JUGA: Indonesia Disebut Zakir Naik dalam Dakwahnya, Ada Apa?

Ramainya media sosial oleh para pendakwah menjadi suatu kebanggaan. Dimana pena tersebar dengan menyuarakan suatu kebaikan. Itu termasuk salah satu upaya melawan kebathilan yang sudah menjalar kemana-mana.

Zina yang terlihat biasa, mereka rasa itu tidak jadi masalah. Namun, bagaimana pun keadaannya, kebenaran harus tetap disebarluaskan.

Saling mengingatkan dengan cara yang baik, dan juga lemah lembut. Tapi, tetap saja ada yang bersikukuh merasa terganggu dan tidak suka terhadap teguran atau nasihat-nasihat itu.

Saat sosial media dipenuhi pendakwah yang mana mereka juga tidak merasa paling alim, para pelaku dan pembela kebathilan malah menyerang seolah mereka selalu benar dan para pendakwah itu hanya orang yang ingin mendapat pujian.

Jangan seperti Abu Jahal. Diberikan kelembutan, bukannya melunak malah semakin mengeras. Sampai ditunjukan suatu mukjizat di depan matanya, ia semakin kokoh dengan rasa sombongnya.

Ingatkah kisah mukjizat Rasulullah yang diperlihatkan di hadapan Abu Jahal?

Saat hari beranjak sore dan matahari condong ke barat hingga akhirnya terbenam di ufuk barat. Semesta diliputi kegelapan, kemudian muncul bulan purnama. Bulan itu berada tepat di atas Rasulullah, beliau memberi isyarat dengan jarinya. Maka turunlah bulan itu dan berhenti dihadapan Rasulullah. Lalu, ia terbelah menjadi dua bagian.

Selanjutnya, bulan berpadu lagi di atas kepala belaiu dan bersaKsi, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Setelah bulan itu kembali naik ke langit dan matahari muncul seperti semula, karena saat itu belum datang waktunya untuk terbenam.

BACA JUGA: Ini Nasihat Usman bin Affan bagi Anda yang Ingin Segera Menikah

Meski mukjizat ditampakkan begitu nyata, tetap saja Abu Jahal dan para pengikutnya menganggap itu sebagai sihir. Mereka tetap tidak mau beriman.

Sahabat, jangan seperti Abu Jahal. Meski yang nampak depan mata hanya berupa nasihat dan bukan mukjizat. Namun, sampainya nasihat itu atas dasar kasih sayang Allah terhadap kita. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline