Unik, Informatif , Inspiratif

Jangan Sia-siakan Waktu, Akibat Shalat Tidak Sah

0

Kedudukan shalat dalam Islam itu tidak ada suatu ibadah pun yang yang dapat menandingi kedudukannya. Oleh karena itu, sholat adalah tiang agama. Tegaknya agama adalah dengan shalat.

Rasulullah bersabda, “Yang menjadi perkara pokok dalam Islam dan tiangnya agama adalah sholat dan atapnya adalah jihad di jalan Allah.”

BACA JUGA: Pendidikan yang Islami, Dimulai dari Shalat Anak?

Shalat merupakan wasiat terakhir yang diberikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada Umatnya sesaat sebelum beliau wafat ia bersabda denan nafas terakhir, “Shalat, shalat, dengan apa yang menjadi keyakinanmu. Shalat merupakan senjata terakhir dari segala yang menghancurkan agama. Jika shalat telah hilang maka hilanglah agama dengan sendirinya.”

Jika membicarakan shalat tentu tidak aka nada habisnya. Shalat wajib ditunaikan, tapi meski begitu bisa saja shalat itu tidak diterima sebab ada hal yang membatalkannya. Berikut ini beberapa hal yang membatalkan shalat.

1. Makan dan Minum dengan Sengaja

Ibnu Mundzir berkata, “Para Ulama bersepakat bahwa makan atau minum secara sengaja, membatalkan shalat fardhu dan dia wajib mengulangi shalatnya.”

2. Berbicara dengan Sengaja di Luar Bacaan-Bacaan Shalat

Diriwayatkan dari zaid bin arqom, dia berkata, “Kami berbincang-bincang ketika shalat. Ketika kami shalat, seorang kami mengajak berbicara kepada orang yang berada di sampingnya. Sehingga turunlah ayat yang berbunyi, ‘Berdirilah kalian di hadapan Allah dengan penuh kepatuhan.’ Kami diperintahkan untuk diam, dan kami tidak boleh berbicara.” (H.R Jamaah)

3 Banyak Bergerak dengan Sengaja

An-Nawawi berkata, “Bahwa gerakan yang bukan termasuk gerakan shalat jika banyak dilakukan maka shalatnya batal, ini disepakati secara menyeluruh. Tetapi, jika sedikit tidak membatalkan shalat. Ini juga disepakati.”

4. Meninggalkan Rukun dan Syarat Sah Shalat Secara Sengaja, Tanpa Udzur Atau Alasan

Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada orang Arab yang tidak menyempurnakan shalatnya, “Kembalilah dan shalat kembali, sesungguhnya engkau belum shalat.” Ibnu Rusyd berkata, “Para Ulama sepakat bahwa orang yang melakukan shalat tanpa melakukan thaharah (bersuci), dia harus mengulangi shalatnya. Baik secara disengaja maupun karena lupa. Demikian juga orang yang melakukan shalat tanpa menghadap kiblat, snegaja maupun tidak sengaja.”

BACA JUGA: Shalat dari 10 Orang Macam Ini Tidak Diterima Allah

5. Senyum dan Tertawa

Ibnu Mundzir mengutip pendapat ‘ijtima’ tentang batalnya shalat karena tertawa. An-Nawawi berkata, “Hal ini mencankup kepada orang yang jelas berucap dengan dua huruf. Kebanyakan para ulama berpendapat bahwa senyum tidak membatalkan shalat dan jika rasa ingin tertawa tidak dapat ditahan sehingga tertawa ringan maka shalatnya tidak batal, tetapi jika tertawanya banyak maka shalatnya batal. Ketetapan banyak atau sedikitnya tertawa tersebut ada;ah menurut kadar kewajaran.” []

Sumber: Fiqih Shalat: Panduan Lengkap Shalat Seperti Nabi/Penulis: Syaikh Sayyid Sabiq/Penerbit: Jabal


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.