Jangan Susui Bayi Sambil Berbaring, Bisa Sebabkan Gangguan Telinga!

Otitis Media Akut (OMA), salah satu gangguan pendengaran pada anak. OMA merupakan infeksi akut telinga tengah oleh bakteri atau virus yang sering disebabkan oleh batuk pilek.

Gangguan pendengaran jenis ini juga bisa terjadi jika ibu kerap menyusui bayinya sambil berbaring. Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorok-bedah kepala dan leher dari RS Pondok Indah dr. Hably Warganegara menjelaskan, sebagai upaya pencegahan OMA, ibu harus memperbaiki posisi menyusui bayinya.

BACA JUGA: Bagaimana Hukum Adzan di Telinga Bayi Baru Lahir?

“Kita harus kembali ke anatomi telinga dan hidung yang saling berkaitan. Di belakang hidung ada tuba eustachius, yang mana jika bayi diberikan ASI sambil berbaring maka tubanya itu akan ditutup dan bayi berpotensi terkena OMA,” kata Hably.

Tuba Eustachius memiliki peran yang besar untuk telinga manusia. Apabila fungsi tuba eustachius terganggu, maka konduksi getaran suara atau bunyi yang didengar akan mengalami hambatan. Akibatnya, anak akan merasa mendengar gema, telinga penuh, dan nyeri pada telinga.

Dia memahami, mayoritas ibu mengaku lebih nyaman menyusui sambil berbaring. Namun, demi mencegah bayi terkena OMA, kebiasaan itu harus diubah.

BACA JUGA: Ini Tips Redakan Sakit Telinga

“Andaikan terpaksa, gunakan saja bantal sedikit untuk meninggikan posisi kepala bayi sehingga ASI tidak akan menyumbat saluran tengah telinga,” jelas Halby.

Selain cara ibu menyusui, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya OMA pada bayi. Pemberian ASI eksklusif selama dua tahun, menghindarkan bayi atau anak dari asap rokok, tidak menyusui bayi sambil berbaring, dan sama sekali tidak memukul atau menampar pada daerah telinga. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

orang yang boleh meminta-minta

Jangan Sentuh 3 Bagian Tubuh Ini dengan Tangan!

Hasil penelitian juga mengungkapkan, orang yang menggunakan cincin atau memelihara kuku lebih dari dua milimeter membawa lebih banyak mikroba di tangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *