Unik, Informatif , Inspiratif

Jangan Tidur Setelah Subuh!

0

sebagian manusia ada yang terus mengeluhkan kesempitan pendapatan, sulitnya mengupayakan kecukupan rezeki, terus dilanda kekurangan dan keterbatasan. Bila merasa demikian, cobalah introspeksi, jangan-jangan selama ini kita masih mengabaikan waktu-waktu terbaik yang di dalamnya Allah selipkan berjuta kemudahan serta keberkahan

Karena itulah, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menganjurkan pada kita untuk tidur selepas subuh. Sebab di saat-saat itulah Allah tebarkan keberkahan, Allah limpahkan keutamaan bagi siapa saja yang bergerak keluar dari peraduan dengan niat meraih kemudahan.

BACA JUGA: Ingin Tidur Dido’akan Malaikat, Ini Dia Caranya

Sebagaimana yang tertuang pada hadist diwayat Ibnu Abi Syaibah, bahwa suatu ketika ‘Urwah pernah mengatakan, “Dahulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi.” Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”.

Ibnul Qayim menjelaskan, “Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak).”

Menurut para ulama, tidur setelah subuh merupakan salah satu amalan yang makruh, sebab dengan tidurnya seseorang akan menghilangkan kesempatan untuk meraih banyak kebaikan di waktu pagi. Sungguh meruginya kita, bila meninggalkan saat-saat terbaik hanya karena lebih memilih tidur dari bergegas memulai aktivitas atau pekerjaan. Tidakkah kita ingin dimudahkan rezeki oleh Allah? Tidakkah kita ingin dikarunia banyak kebaikan dari Allah?

Karenanya sebagian muslim memilih untuk tidak tidur sehabis subuhnya. Bergegaslah ia untuk bersiap-siap menjemput kebaikan dan keberkahan yang terhampar di muka bumi. Di sebagian wilayah, orang-orang desa bahkan pergi ke sawahnya sebelum terbitnya matahari. Sebagian pedagang di pasar sudah siap menjemput rezeki bahkan sejak dini hari. Membuka dagangan dengan lebih dulu memohonkan pada dua rakaat fajarnya. Meninggikan pengharapan pada dua rakaat subuhnya.

Jika sedikit saja memperhatikan, betapa terlihat orang-orang yang dengan semangat paginya seperti selalu dikaruniakan kecukupan kepadanya. Dagangan terus laris, penjualan tumbuh pesat. Lahan pertanian semakin subur, hasil panen terjaga kualitasnya. Betapa pekerja kantor yang dengan semangat paginya seperti selalu dalam kebaikan. Hilang kegelisahan di dalam hatinya akan rasa waswas tentang kepastian masa depan.

Telah jauh tertancap keyakinan bahwa Allahlah semata-mata pemberi kecukupan. Tidakkah seekor burung pun telah dijamin kecukupannya bila ia mau keluar dari sarangnya.

Terlebih lagi manusia, yang dengan gigihnya memaksimalkan waktu pagi untuk meraih sebanyak-banyaknya keberkahan. Sebab janji Allah pastilah nyata, bahwa Dia akan melimpahkan rezeki di setiap pagi, teruntuk orang-orang yang dengan berharap ridha-Nya, bergegas menyempurnakan ikhtiar menjemputnya.

BACA JUGA: Kenapa Harus Memisahkan Tidur Anak

Hingga Rasulullah pun memanjatkan doa, tertuang dalam hadist hasan riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” []

SUMBER: HIJAZ.ID


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline