Foto: Kiblati.com

Jarang Dikenal tapi Sering Dikerjakan, Apa itu Shalat Sunnah Awwabin?

Foto: Kiblati.com

INSPIRADATA. Salah satu dari rukun Islam ialah shalat. Rukun Islam kedua ini terbagi menjadi sholat wajib yang harus dilaksanakan lima kali sehari serta sholat sunah.

Sholat sunah pun terdiri dari banyak macam. Salah satunya adalah sholat sunah Awwabin. Istilah ini jarang dikenal, tetapi banyak yang melaksanakannya.

Lantas apa yang dimaksud dengan sholat sunah Awwabin?

Dikutip dari laman resmi NU, istilah sholat Awwabin memiliki dua makna. Sebagian ulama memaknai sholat Awwabin merupakan sholat dhuha, sementara ulama lain, termasuk kalangan Mazhab Syafi’i memaknai sholat Awwabin sebagai sholat sunah antara Maghrib dan Isya.

Hal ini seperti dijelaskan dalam kitab Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah.

“Dari apa yang telah dijelaskan mengenai sholat Dhuha dan sholat sunah di antara Maghrib dan Isya dapat diambil simpulan bahwa ‘sholat Awwabin’ dikatakan untuk menyebut sholat sunah Dhuha dan sholat sunah di antara Maghrib dan Isya. Karenanya sholat Awwabin dikonotasikan di antara keduanya sebagaimana dikemukakan oleh Madzhab Syafi’i. Hanya Madzhab Syafi’i yang menamakan sholat di antara Maghrib dan Isya dengan shalat Awwabin.”

Penamaan ‘Awwabin’ karena yang menjalankannya itu kembali kepada Allah dan bertobat dari kesalahan yang dilakukan pada siang hari. Ketika sholat tersebut dijalankan berulang-ulang, itu merupakan penanda pertobatan kendati tidak disadarinya.

Hal ini seperti dijelaskan Sulaiman Al Jamal dalam kitab Hasyiyatul Jamal.

“Dinamai shalat Awwabin sebab orang yang menjalankannya itu kembali kepada Allah dan bertobat dari kesalahan yang ia lakukan pada siang hari. Karenanya, ketika ia melakukannya berulang-ulang, maka hal itu merupakan penanda kembalinya ia (bertobat) kepada Allah ta’ala meskipun itu tidak disadarinya.” []


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *