Foto: lifehack.org

Jarang Diketahui, Ini Kesalahan saat Nikmati Ramen

Mungkin karena kita tidak berasal dari Jepang, jadi kita tidak tahu bagaimana cara menikmati ramen yang benar menurut orang setempat.

Tapi tidak ada salahnya kan bagi kita, menambah pengetahuan tentang makan ramen?

Berikut berbagai kesalahan yang sering dilakukan saat makan ramen menurut koki Jepang:

1. Tidak menghirup ramen

Di Indonesia, kita mengenal tata krama makan untuk tidak membuat suara sambil makan. Tapi Koki Jepang kurang setuju, apalagi dalam masalah Nikmati ramen. Di Jepang, salah satu cara makan ramen yang benar adalah menghirup ramen. Itu dilakukan agar ramen kuah menempel di mi dan membuat rasa mi jadi makin enak.

2. Membiarkannya dingin

Seperti sudah menjadi kebiasaan, kita pasti akan menginginkan makanan yang panas agar sedikit mereda panasnya. Apalagi ramen yang biasa disajikan dengan kuah panas.

Nah, sudah waktunya panas, kita langsung melahap ramen yang disajikan. Jika dibiarkan sampai dingin, kuah ramen akan memasak ramen lebih lama dan membuat mi-nya jadi lembek. Jadi lain kali, jangan tunggu sampai dingin ya! Langsung makan ramen begitu disajikan.

3. Memotong mi ramen

Satu lagi, jangan pernah memotong mi. Jika kita terlalu banyak mengambil dalam mangkuk, pasti kita akan memotongnya ke dalam mangkuk.

Bagi koki Jepang, itu adalah perbuatan yang tidak sopan. Maka dicoba mengambil lebih banyak dengan jumlah barang yang berbeda di dalam mulut.

4. Jangan ragu!

Yang disebut di sini adalah, jangan ragu untuk menikmati ramen sesuai dengan gaya kita. Jangan ragu untuk meminum kuah ramen dengan cara mengangkat mangkuk dan meminumnya langsung dengan mulut.

Hal itu sebaliknya sangat memerintahkan. Malah lebih baik habiskan ramen sampai ke kuah-kuahnya. Kedua, jangan ragu untuk minta tambah porsi. Koki Jepang menganggap itu adalah ramuan yang ditujukan untuk ramen yang dibuatnya.

Jangan takut disekelilingmu penuh dengan tisu bekas mengelap mulut. Intinya, jangan malu untuk menikmati ramen. []

Sumber: tribuntravel.com


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *