Foto: DuniaTimteng

Jawaban Hamba Sahaya untuk Ibnu Umar

hamba sahaya
hamba sahaya (Foto: DuniaTimteng)

INSPIRADARTA. Seorang hamba sahaya yang beriman, Tuan yang sebenarnya adalah Allah. Bukan hamba dan kemerdekaan yang dipandang Allah, tetapi ketakwaan yang senantiasa dipeliharanya.

Dikisahkan, Suatu hari dalam perjalanan menuju Mekkah, ketika Abdullah bin Umar sedang beristirahat, datanglah seorang budak penggembala domba dengan piaraannya.

“Wahai penggembala, saya mau membeli satu domba darimu!” teriak ibnu umar,

“Saya hanya hamba sahaya yang tak berhak untuk menjual domba-domba ini,” jawab penggembala.

“Katakan saja pada tuanmu, bahwa dombanya dimakan binatang buas,” sambung ibnu umar.

“Bukankah ada Allah yang mengetahui segalanya,” tegas penggembala.

Mendengar jawaban penggembala tersebut, Ibnu Umar menitikkan air mata.

Keesokan harinya, Abdullah bin Umar menemui tuan si penggembala dengan maksud akan memerdekakan budak penggembala. Bukan hanya itu, Ibnu Umar juga membeli semua domba-domba dan dijadikan hadiah kepada si penggembala. []

Referensi: Allah Bersamaku


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *