Jelang Ramadan Pedagang Bedug Musiman Mulai Bermunculan di Tanah Abang
Jelang Ramadan Pedagang Bedug Musiman Mulai Bermunculan di Tanah Abang

Jelang Ramadan Pedagang Bedug Musiman Mulai Bermunculan di Tanah Abang

INSPIRADATA. Jelang Ramadan pemandangan berbeda mulai terlihat di sepanjang jalan menuju Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena saat ini para pedagang bedug musiman sudah mulai bermunculan.

Mala, perempuan berumur 37 tahun, mengaku baru menggelar dagangan dalam 3 hari terakhir. Aktivitas dagang bedug memang rutin saat Ramadan dan bakal berakhir saat Lebaran Idul Fitri.

“Sampai malam takbir biasanya,” kata Mala. Seperti disitat dari Liputan6, Selasa (23/5/2017).

Menurut Mala, dia hanya membantu kerabatnya menjajakan kerajinan bedug. Berbahan baku kulit kambing dan drum besi, budeg yang ia jajakan telah dibuat jauh-jauh hari.

Dia mengaku, barang dagangan ini berasal dari produsen yang lokasinya tak jauh dari tempatnya jualan. Bedug-bedug ini dijual dengan harga yang bervariasi.

Untuk bedug kecil, harganya dipatok Rp 150 ribu, ukuran sedang Rp 200 ribu, sedangkan untuk drum besar dengan tinggi kisaran 1 meter Rp 500 ribu. “Kalau harga produksinya nggak tau,” ujar dia.

Ali (35) pedagang bedug lainnya mengatakan, kebanyakan yang berjualan di Tanah Abang hanya merupakan tangan kedua dari produsen bedug.

Ramadan merupakan momen yang ditunggu pedagang tiap tahun. Tiap tahun drum atau bedug yang dijual tahun lalu laris diborong pembeli. “Nggak ada yang sisa, tiap tahun habis,” tukas dia.

Harga yang dijual pun bervariasi, ada yang dijual Rp 150 ribu sampai Rp 170 ribu untuk drum berukuran kecil. Sementara drum ukuran besar sampai Rp 600 ribu-Rp 650 ribu. Dia bilang, harga ini tergantung penawaran konsumen.

“(Yang besar) Rp 600 ribu-Rp 650 ribu, ada yang jual Rp 500 ribu. Pasarannya Rp 500 ribu,” tutur lelaki ini. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *