Jenggot, Pembunuh Bakteri

 

John Golobic dari Quest Diagnostics menyatakan bahwa beberapa sampel jenggot pria memiliki sejumlah bakteri sama atau lebih dari toilet “Bakteri-bakteri ini setipe dengan apa yang biasanya Anda temukan pada feses,” kata Golobic seperti dilansir oleh BBC.

Tapi tunggu dulu. Golobic menyatakan hal lain. Ternyata, menurut Golobic, tak semua bakteri yang ditemukan berbahaya bagi kesehatan. Program eksperimen dari BBC ‘Trust Me I’m a Doctor’ menggali lebih jauh dan menemukan sejumlah bakteri baik yang ternyata bisa jadi sumber antibiotik.

Bekerja sama dengan University College London, sebanyak 100 jenis bakteri yang kerap ditemukan dalam sampel berewok dan janggut pria dikultivasi oleh ahli biologi mikro Dr Adam Roberts. Dalam beberapa cawan petri itu terlihat ada mikroba yang membunuh bakteri-bakteri lainnya.

Selama ini, mikroba selalu dipandang sebagai musuh, tetapi nyatanya pandangan tersebut tak sepenuhnya benar. Bahkan pada level mikro bakteri dan fungi menghabiskan waktunya berkompetisi satu sama lain untuk makanan, sumber daya, dan ruang.

Bakteri-bakteri pembunuh ini yang kemudian dikembangkan oleh manusia untuk menjadi antibiotik. Jadi ketika ada bakteri di berewok membunuh bakteri lainnya, apakah ini artinya ia bisa jadi antibiotik?

“Ya. Bisa jadi,” kata Dr Roberts.

Bakteri pembunuh pada sampel yang dikembangkan oleh Dr Robert teridentifikasi bernama Staphylococcus epidermidis. Saat bakteri ini dites untuk melawan bakteri lainnya E.coli yang terkenal kebal obat, mereka terlihat mampu untuk melawan.

Menurut Central Beauty, jika memang benar bisa mengalahkan E.coli, bisa jadi maka pria-pria yang memelihara jenggot tidak lagi dipandang sebagai orang yang kurang rapi, namun juga peduli soal kesehatan karena mempunyai suatu bakteri dalam jenggot maupun brewoknya yang bisa membunuh E.Coli. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *