Foto: LoveSeeker

Jika Air Laut Tidak Asin, Ternyata Bahaya Lho!

Kita  tahu bahwa air laut itu memiliki rasa asin. Berbeda dengan air lainnya yang tawar, sehingga bisa dikonsumsi. Sedang air asin tidak bisa dikonsumsi secara langsung. Padahal, jumlah air laut itu sangatlah banyak. Jika tawar, maka mungkin manusia tidak akan kesulitan memperoleh air bersih.

Tetapi, pemikiran demikian tidaklah benar. Mengapa? Sebab, ternyata jika air laut menjadi tawar, maka akan ada bahaya yang dapat dirasakan oleh makhluk hidup, terutama bagi manusia. Memang, apa bahayanya?

Salah satu bahaya yang akan menimpa makhluk ketika air laut tidak asin adalah tempat ini akan menjadi pusat dari segala macam bentuk wabah penyakit. Tentu ini akan mengancam keselamatan penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih besar dibanding daratan. Mengapa bisa demikian?

Salinitas (kadar garam) laut berfungsi untuk mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya pembusukan, dan perkembangbiakan penyakit. Kalau tidak demikian niscaya laut menjadi pusat (markas) yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar ke seluruh negara dan bangsa.

Sekilas mari mengingat tragedi Tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi tersebut. Sebagian ditemukan, namun tidak sedikit pula yang ikut terseret menuju lautan dan samudera yang luas. Bagaimana jadinya jika air laut rasanya tawar? Jika air laut tidak asin, maka jenazah ini justru akan menjadi wabah penyakit karena mengalami pembusukan. Wallauhu ‘alam.

Selain itu, asinnya air laut memiliki manfaat yang luar biasa bagi kita. Hal ini bisa dibuktikan dari proses pembuatan es krim. Jika melihat proses membuat es krim, maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim dengan menggunakan es saja tidak cukup, karena es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0 (nol) derajat celcius.

Untuk itu, para pekerja mencampurkan garam ke dalam es, sehingga membentuk campuran cairan asin yang meleleh pada derajat di bawah nol derajat (yang perlu diperhatikan bahwa pendinginan dengan cara ini yaitu peningkatan konsentrasi garam tidak dapat dilakukan sampai suhu di bawah 12 derajat celcius). Dan pengamatan sederhana ini termasuk hal yang penting yang terjadi di perairan laut.

Danau dan sungai dapat membeku dimusim dingin. Tapi, laut tidak. Salah satu penyebab utamanya adalah laut memiliki air yang asin. Kandungan garam di air laut menurunkan titik bekunya. Maka keberadaan kadar garam di laut ini membuat air laut baru membeku pada derajat di bawah 0 (nol) derajat, suatu hal itu yang memungkinkan air laut tetap mengalir/ tidak beku (karena ia cair) pada derajat kurang dari 10 derajat.

Jadi, suhu musim dingin rata-rata tidak mampu membekukan air laut. Sehingga hal itu memudahkan pelayaran pada musim dingin pada waktu yang lebih lama (karena air laut tidak membeku pada suhu di bawah nol derajat). Wallauhu ‘alam.

Sungguh luar biasa ciptaan Allah ini. Allah tidak akan menciptakan sesuatu jika tidak ada hikmah di balik itu. Allah membuat sesuai dengan manfaat yang akan diperoleh, juga meminimalisir adanya hal yang merugikan makhluk hidup. []

Sumber: infoyunik.com


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Bahaya Menelepon Saat Hujan, Wajib Tahu

Jadi berhati-hatilah menelepon di saat hujan apalagi disertai dengan petir. Bisa-bisa Anda kehilangan nyawa karena hal sepele tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *