Wakil Presiden Jusuf Kalla

Jusuf Kalla: Bagi Pemerintah, Aksi 55 itu Tidak Perlu!

INSPIRADATA. Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), nampaknya masih menyulut perhatian umat Islam di Indonesia. Terbukti dengan akan digelarnya kembali Aksi Bela Islam 5 Mei di depan Mahkamah Agung. Tapi, ada beberapa pendapat mengenai Aksi Bela Islam ini, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat, organisasi masyarakat tidak perlu melaksanakan aksi pada 5 Mei 2017 mendatang. Demikian dikutip dari Kompas, Kamis (4/5/2017).

“Bagi pemerintah, tentu (aksi unjuk rasa) itu tidak perlu,” ujar Kalla di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Namun, Kalla pun tidak menangkal bahwa aksi yang dilakukan oleh ormas atau kelompok masyarakat tertentu, harus tetap dilakukan. “Tapi bagi orang yang mau turun ke jalan, ya merasa perlu,” ujar Kalla.

Oleh sebab itu, pemerintah tetap akan memfasilitasi aksi tersebut melalui pengamanan oleh aparat Kepolisian. Karena kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah bagian dari demokrasi. “Itu bagian dari kebebasan dalam demokrasi,” ujar Jusuf Kalla.

Kalla berharap, aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan esok hari, patuh terhadap hukum yang berlaku. Massa pengunjuk rasa harus menyadari adanya ketentuan tersebut.

“Ada aturannya. Jamnya terbatas, jalannya terbatas, jumlahnya dibatasi. Soal keamanan, kalau melanggar, ditangkap. Silahkan saja,” ujar Jusuf Kalla.

“Kalau urusannya perlu tidak perlu, tentu pemerintah menganggap tidak perlu ada lagi (unjuk rasa). Tapi sulit juga kami, sebab itu ada di UU,” lanjut dia.

Seperti diberitakan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) akan menggelar Aksi pada 5 Mei 2017, aksi tersebut rencananya akan dimulai dari Mesjid Istiqlal, lalu massa akan long march ke gedung Mahkamah Agung (MA).

Aksi itu dilakukan menjelang hakim akan menjatuhkan vonis bagi terdakwa perkara dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama pada 9 Mei 2017.

BACA JUGA: 

Amien Rais: Saya Siap Ikut Aksi Bela Islam 55

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rikwanto mengingatkan para peserta aksi untuk tidak mengintervensi vonis hakim.

“Prinsipnya pengadilan itu independen, tidak boleh diintervensi. Demonstrasi juga perlu dibatasi,” ujar Rikwanto di Kompleks Mabes Polri. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *