Foto: BBC

Jokowi: Eksploitasi Jangan Terlalu Dipermasalahkan Oleh Para Migran

INSPIRADATA. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dinilai tidak menunjukan sikap peduli akan masalah utama para pekerja Indonesia (TKI) di Hongkong saat kunjungannya ke Negara tersebut pada Minggu (30/4/2017). Selama Ini, tenaga kerja Indonesia, khususnya wanita kerap menghadapi tindakan eksploitasi. Demikian disitat dari Republika pada Senin (1/4/2017).

Dalam beberapa tahun ini, tak sedikit TKI yang diberitakan mengalami penganiayaan di tempatnya bekerja. Karena itu, Serikat Pekerja Indonesia (SPI) yang berada di Hong Kong meminta pemerintah agar lebih peduli lagi terhadap nasib migran. Lantas, dalam momen May Day ini, mereka melakukan aksi protes di depan kantor Konsulat Indonesia.

“Saya harap presiden bisa membuat tempat kerja kami jadi lebih aman, selama ini kami bekerja dan banyak aturan yang dilanggar oleh majikan saya,” ujar seorang TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga bernama Miasih, Senin (1/4/2017).

Namun, Jokowi dalam kunjungannya itu justru mengatakan tidak seharusnya para migran mempermasalahkan hal-hal seperti itu. Eksploitasi, Jokowi anggap, hanyalah kasus yang bisa dibilang kecil. “Jangan biarkan hal-hal kecil menimbulkan permasalahan yang berujung bentrokan dan perpecahan,” ujar Jokowi.

Para migran yang mendengar pernyataan tersebut langsung menilai bahwa Jokowi gagal dalam mengentaskan permasalahan TKI. Selama ini, tenaga kerja Indonesia kerap mengalami ekploitasi dari agen yang membawa mereka ke negara tujuan. “Ini adalah sikap seorang presiden yang sangat buruk dan bahkan dia tidak memiliki rasa hormat terhadap kami yang jadi korban,” jelas Miasih.

Dari sekian banyak TKI di Hongkong Miasih menjadi salah satu pekerja Indonesia yang mengalami tindakan eksploitasi. Ia diminta kerja di dua tempat sekaligus oleh majikannya, padahal sesuai dengan kontrak kerja, Miasih hanya ditempatkan bekerja di satu tempat saja.

Saat ini, tercatat ada sekitar lebih dari 340 ribu pekerja rumah tangga asing berada di Hongkong. Lebih dari setengah jumlah tersebut diantaranya berasal dari Indonesia serta Filipina.

Kondisi TKI di Hongkong sempat menjadi sorotan dunia pada tahun 2014 lalu. Seorang pekerja Indonesia bernama Erwiana Sulistyaningsih dilaporkan mendapat tindakan kurang terpuji dari majikannya, Ia dipukuli bahkan dibiarkan hingga kelaparan.

Dan selama ini pun, banyak agen tenaga kerja yang mengirimkan TKI secara ilegal serta memperdagangkan manusia. Bahkan banyak diantaranya anak kecil menjadi korban. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *