Unik, Informatif , Inspiratif

Jokowi Rekrut 3 Tokoh Bersebrangan, Siapa Saja?

0 12.003

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menjelaskan, Joko Widodo sebagai capres petahana, membutuhkan berbagai dukungan untuk memenangkan kembali pemilu presiden. Caranya adalah dengan merekrut tokoh-tokoh yang kritis maupun yang berseberangan pandangan.

Tokoh berseberangan direkrut kubu Jokowi-Ma’ruf jelang Pilpres 2019, di antaranya tiga orang, yaitu Kapitra Ampera Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab, Ali Mochtar Ngabalin, dan yang terbaru Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, pengacara ormas HTI sekaligus mantan pengacara capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pemilu Presiden 2014.

BACA JUGA: Kenapa Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Ma’;uf?

Alasan direkrutnya Yusril Ihza Mahendra di kubu pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf, menurut Ujang, menjadi penting karena Yusril juga dikenal sebagai pengacara Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan Pemerintah.

“Kalau Pak Yusrul menyatakan setuju menjadi pengacara Pak Jokowi dan Ma’ruf, bukan terjadi perpecahan, tapi Pak Yusril merapat ke kekuasaan,” ujarnya.

“Bagi Pak Yusril memilih menyetujui menjadi pengacara capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf yang merupakan capres incumbent, bisa sama-sama berkuasa. Pak Yusril juga dapat mengamankan partainya, PBB (Partai Bulan Bintang) yang selama ini sulit masuk Senayan,” tambahnya.

BACA JUGA: KH Ma’ruf Amin Nonaktif, Inilah Sosok Penggantinya

Menurut Ujang, bagi Yusril Ihza Mahendra, kondisi saat ini lebih baik mendukung capres petahana, yang dampak politisnya dapat mengamankan partainya, PBB, yang selama ini sulit untuk berada di Senayan. Langkah Yusril ini dinilai tepat. Sebab Yusril sebagai tokoh PBB, tentu akan membawa gerbong partainya. []

SUMBER: TAGAR NEWS

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline