Juara Moto3 Ini ‘Melarikan Diri’ Saat Selebrasi, Kenapa?

khairul-idhamINSPIRADATA. Turnamen Moto GP seringkali mendapat perhatian tinggi dari para pecinta olah raga otomotif. Nama besar Valentino Rossi, Lorenzo, dan Marques kerap menghiasi wacana Moto GP. Namun, ada sebuah peristiwa menarik seputar olah raga otomotif ini yang mungkin luput dari kemeriahan sorotan publik.

Peristiwa ini terjadi beberapa bulan yang lalu, tepatnya Ahad (7/7/2016) pada kejuaraan Moto3 di Sirkuit Sachsenring, Jerman.  Kala itu Pembalap Malaysia bernama Khairul Idham berhasil meraih gelar juara.

Khairul berada di posisi belakang saat start. Tepatnya dari grid ke-20. Namun, Khairul terus menggeber motornya. Dari posisi belakang, satu persatu ia menyalip pembalap di depannya. Dan, akhirnya memimpin. Ia finis dalam waktu 47 menit dan 07,763 detik. Meninggalkan pembalap Leopard Racing asal Italia, Andrea Locatelli, dan pembalap Gresini, Enea Bastianini, yang menjadi juara dua dan tiga dalam ajang itu.

“Aku mengucapkan syukur alhamdulillah dan terima kasih banyak kepada timku yang senantiasa bekerja keras untukku,” kata Khairul seperti dikutip Malaysia Kini.

Yang menarik adalah ketika tradisi perayaan kemenangan di panggung Grand Frix digelar, Khairul Idham yang saat itu berdiri di podium, justru lari meninggalkan podium dan dua rekannya yang mulai melakukan celebrasi dengan sampanye. Rupanya Khairul Idham melakukan hal itu karean tidak ingin dirinya terkena semburan sampanye yang diharamkan agamanya.

Walaupun masih berusia 17 tahun, torehan prestasi gemilang untuk tim dan negerinya tersebut tidak membuatnya lupa diri. Ia tetap mempertahankan identitasnya sebagai seorang muslim dan tetap menjalankan ajaran Islam dengan baik meskipun saat itu ia tengah berada di puncak kemenangan. Ia dinilai teguh memegang komitmen sebagai seorang muslim. Sikap Khairul tersebut pun menuai banyak pujian netizen.

 


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *