Indonesia China (Foto: JakartaGreater)

Jumlah Jurusan Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi China Bertambah

Seiring dengan peningkatan minat pemuda, Jurusan Bahasa Indonesia di perguruan tinggi China bertambah. Dari sembilan jurusan menjadi sebelas.

“Minat pelajar China untuk mempelajari Bahasa Indonesia makin tinggi sehingga banyak kampus perguruan tinggi yang mendirikan jurusan baru,” kata Atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Beijing, Priyanto Wibowo, Rabu (06/12/2017) lansir Republika.

Pada tahun ini terdapat dua perguruan tinggi di Tiongkok yang membuka jurusan Bahasa Indonesia, yakni Jilin Huaqiao University of Foreign Languages di Kota Changchun, Provinsi Jilin, dan Qujing Normal College di Kota Qujing, Provinsi Yunnan.

Sementara pada tahun lalu juga terdapat dua perguruan tinggi yang membuka jurusan Bahasa Indonesia, yakni Xi’an International Studies University di Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, dan Guangzhou University of Foreign Studies di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong.

“Dengan demikian sampai saat ini sudah ada 11 perguruan tinggi yang membuka jurusan Bahasa Indonesia sebagai jurusan baru,” kata Priyanto di sela-sela kunjungan kerja di Ibu Kota Provinsi Jiangxi tersebut.

Sebelumnya sudah ada tujuh unit perguruan tinggi yang memiliki jurusan Bahasa Indonesia, yakni Peking University (Beijing), Beijing Foreign Studies University (Beijing), Tianjin Foreign Studies University (Tianjin), Shanghai International Studies University (Shanghai), Guangxi University of Foreign Languages (Nanning, Guangxi), Guangxi University for Nationalities (Nanning, Guangxi), dan Yunnan University for Minorities (Kunming, Yunnan).

Namun ada satu kampus, yakni Guangxi Normal University di Kota Guilin, Provinsi Guangxi, menutup jurusan Bahasa Indonesianya pada 2015 karena kalah bersaing dengan dua kampus di provinsi yang sama.

Untuk mendukung jurusan Bahasa Indonesia, Atdik KBRI Beijing juga memberikan buku pelajaran ke kampus-kampus tersebut selain juga membantu mendatangkan tenaga pengajar dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *