Unik, Informatif , Inspiratif

Kadiv Humas Polri: Di Tahun Politik, Berita Hoaks Meningkat 65 sampai 85 Persen

0

JAKARTA– Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal menyebut bahwa pada tahun politik, penyebaran berita bohong atau hoax melalui media sosial (medsos) naik 65 sampai 85 persen.

Iqbal menjelaskan, ada peningkatan penyebaran hoax menjelang pemilu 2019. Maka dari itu, pihaknya akan berperan aktif mendinginkan suasana politik.

BACA JUGA: BPN Sebut Pemerintah sebagai Pabriknya Hoaks, Ngabalin: Tidak Mungkin Itu

“Hoax mengemuka hampir naik 65 sampai 85 persen pada tahun politik, maka polisi tampil sebagai oase untuk mendinginkan situasi politik yang ada,” kata dia.

Kemudian, untuk mengatasi hal tersebut Polri menggandeng mahasiswa Universitas Indonesia (UI) guna mencegah maraknya hoaks, Pasalnya, para mahasiswa dirasa memiliki pengaruh besar sebagai pengguna medsos.

“Dari data yang ada, pemegang gadget, pengguna sosmed ada di adik-adik semua. Hati-hati nanti bisa dipanggil polisi, kalau (hoax) di-foreward. Jadi saring dulu,” ujarnya.

Selain itu, Kabiro Misi Hubinter Polri, Brigjen Krishna Mukti menambahkan, sekali lagi Polri tak bosan-bosan mengingatkan kalau pelaku penyebaran hoax bisa dijerat UU ITE karena merupakan suatu tindak pidana. UU ITE juga menindak pencemaran nama baik.

BACA JUGA: Akun Penyebar Hoaks di Indonesia Dihapus oleh Facebook

Dia mencontohkan pelanggaran UU ITE yang mungkin dilakukan mahasiswa. Semisal mahasiswa membuat isu dosennya tidak benar lewat medsos mereka.

“Kamu upload dosen dari belakang, dosen ini orangnya gini, disebar. Dosen ngadu, pelaku ditangkap nangis. Ini sudah dikasih tahu Pak KM, dilarang,” ujarnya. []

SUMBER: VIVA.CO.ID


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.