Unik, Informatif , Inspiratif

Kaitkan Reuni 212 dengan Pembakaran Bendera, PBNU Kecam Dubes Saudi

0 206

Ketua PBNU Said Aqil menyayangkan pernyataan duta besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad Al-Suabi, terkait kegiatan Reuni 212.

Dalam akun Twitternya, Duta Saudi itu menyebut bahwa Reuni 212 adalah reaksi dari pembakaran bendera berlafalkan tauhid oleh organisasi yang sesat dan menyimpang.

BACA JUGA: Ini Pernyataan Dubes Saudi mengenai Pemberitaan Habib Rizieq

Menurut Said, organisasi sesat yang dimaksud oleh Osama adalah GP Ansor. Sehingga ia keberatan dan merasa terhina atas pernyataan Osamah.

“Osamah menyebut Reuni 212 itu demi persatuan umat Islam (atas) reaksi terhadap pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh organisasi sesat, maksudnya (GP) Ansor kan. PBNU merasa dihina dengan pernyataan ini, karena ini jelas-jelas kesalahan atau tidak mengerti etika diplomasi,” ujar Said Aqil di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).

Twit yang diunggah oleh Osama beberapa waktu lalu itu sudah dihapus. Meski demikian, Said meminta Kemenlu untuk memberikan nota kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk segera memulangkan Osamah.

(NOT COVER) Cuitan dubes Saudi Osamah Muhammad Al-Suaibi yang sudah dihapus
Sumber: Kumparan

Ia menilai bahwa pemulangan Osama merupakan sanksi yang tepat. Sebab Osamah dinilai gegabah karena mencampuri urusan negara lain, yang sudah diselesaikan jauh-jauh hari, “Namun sekarang malah diungkit-ungkit lagi dengan dua kesalahan. Satu mengatakan bendera Tauhid, dua organisasi sesat.”

“Tidak boleh ikut campur urusan negara lain dan kita masalah bendera sudah selesai. PBNU sudah kita sayangkan ada pembakaran bendera. Walau pun itu bukan bendera tauhid, itu HTI, itu sudah ada sanksi hukum, sudah divonis pelaku,” tuturnya.

BACA JUGA: Dubes Saudi: Habib Rizieq Bukan Sosok Menakutkan

Said mengungkapkan sudah bersurat dengan Kemenlu. Pihak Kemenlu, kata dia, juga sudah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Arab Saudi.

“Tadi kita minta tarik aja, ganti yang baru. Ini bukan hanya menghina NU, tapi merusak hubungan Saudi dan Indonesia,” tandasnya. []

SUMBER: KUMPARAN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline