Kalah dari Rusia 0-5, Ini Catatan “Tak Sedap” Saudi di Piala Dunia

Rusia mengalahkan Arab Saudi dengan skor 5-0 pada laga perdana Piala Dunia 2018 di Stadion Lunzhniki Kamis (14/6/2018) malam WIB. Pencapaian itu memperpanjang catatan Arab Saudi di turnamen dunia tersebut.

Pada pertandingan tersebut, gawang Arab Saudi dibobol lima kali masing-masing oleh Iury Gazinsky (12′), Denis Cheryshev (43′, 90’+1′), Artem Dzyuba (71′), dan Aleksandr Golovin (90’+4′).

Padahal, statistik FIFA mencatat sebenarnya Arab Saudi tampil mendominasi dengan 60 persen penguasaan bola berbanding 40 persen milik Rusia.

BACA JUGA: Kedepankan Kualitas, Ini Jersey Negara Brazil di Ajang Piala Dunia 2018

Meski tampil mendominasi, Arab Saudi hanya melepaskan enam peluang yang tak ada satu pun menemui sasaran. Namun, Rusia lebih efektif dengan menciptakan 13 peluang yang tujuh di antaranya akurat.

Kekalahan dari Rusia tersebut membuat Arab Saudi belum pernah mencatatkan kemenangan pada 11 laga di Piala Dunia. Tim berjuluk The Green Falcons meraih dua kali imbang dan sembilan kali kalah.

Kemenangan terakhir yang diraih Arab Saudi di Piala Dunia terjadi pada edisi 1994 ketika mengalahkan Belgia dengan skor 1-0. Selain itu, kebobolan lima gol melawan Rusia membuat Arab Saudi sejauh ini sudah kebobolan 14 kali sepanjang debut pertama kali pada 1994.

Kekalahan ini membuat Arab Saudi tercecer di dasar klasemen Grup A Piala Dunia 2018. Meski demikian, pelatih Juan Antonio Pizzi masih yakin timnya bisa meraih kemenangan pada laga selanjutnya.

“Kami harus mengubah strategi. Kami tidak melupakan hal itu dan sekarang saatnya memikirkan pertandingan selanjutnya. Saya percaya diri dengan pemain-pemain ini,” kata Juan Antonio Pizzi seperti dikutip BBC, Jumat (15/6/2018).

Pada laga selanjutnya di Piala Dunia 2018, Arab Saudi akan menjajal kekuatan Uruguay. Pertandingan tersebut akan digelar di Rostov Arena, Rabu (20/6/2018). []

Sumber: BBC


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *