Unik, Informatif , Inspiratif

Kalkulasi Ghaib di Sekitar Kabah

0

Ketakjuban adalah salah satu anugrah tuhan. Karena hanya dengan izin-Nya lah, ketakjuban membuat seseorang menjadi beriman, bersyukur, dan merasakan segalanya menjadi manis.

Bayangkan, disela pembangunan masjidil haram yang nyaris tanpa jeda, kepadatan pengunjung yang aku tak mampu menghitungnya (memang buat apa juga sih), dalam keadaan umat yg bergerak padat di pelataran tawaf, menjelang adan berkumandang, dalam waktu singkat umat bisa mengatur diri menyusun barisan solat.

BACA JUGA: Inilah Keajaiban-Keajaiban di Tanah Suci Mekkah

Dalam perhitungan matematis, sudah ada orang yang melakukannya, katanya mustahil dalam waktu sesingkat itu, jamaah sebanyak ini bisa menyusun barisan rapi. MasyaAllah.

Kejadian di lapangan;

Para muslimah harus sedikit repot mencari barisan solat khusus muslimah. Menurut pengalaman seseorang, sebuat saja Mawar, pada saat Haji 2008, jamaah bisa solat ‘bercampur ‘ di pelataran tawaf. Jadi pada saat Mawar dan kakaknya Melati berumroh di tahun 2016, mereka dengan tanpa beban, ambil barisan shaf solat sebelah pria.

Padahal teman mereka sudah mengingatkan, masalah ini, sebelum mereka pergi. Jadi akibatnya Mawar dan Melati diusir oleh petugas pengatur jamaah.
Jadi menurut Mawar, mengenai ‘keajaiban mengatur sendiri shaf di sekeliling Kabah’ tidak 100% benar.

Masalah disiplin pengaturan memang harus serius diterapkan. Tentu saja sejak jamaah tidak dan berhadapan dengan urusan imigrasi bandara. Bayangkan bila mereka, petugas imigrasi lalai, kurang pengawasan, bukan hal muatahil ada penyusup beritikad buruk dalam kerumunan ini.

Anehnya, dengan keseriusan ini, petugas imigrasi Saudi masih bisa bekerja santai. Kata pembimbing Umroh, sudah biasa mereka bekerja disambi main hape.

Jadi tak aneh bila terjadi antrian panjang . Waktu Mawar dan Melati tiba, tidak semua pintu pelayanan ada petugasnya. Alasannya lagi ‘pray’ (pray or prei/libur dalam bahasa jawa).

Bukan hal ringan menghadapi tamu dengan latar budaya negara yang beraneka ragam, hingga berbeda-beda cara menyikapinya. Ditambah kemungkinan ancaman teroris. Apalagi mengingat hubungan Arab dan negara sekitarnya yang ruwet. Jangan lupa ya, pada 2016 masjidil haram ini menjadi incara rudal dari Yaman.

Ah sudahlah, tulisan ini bukan tentang pengamatan hubungan international.

BACA JUGA: Video: Inilah Proses Pencucian Kabah

Maksud tulisan ini, urusan imigrasi menjadi salah satu contoh tidak standardnya penegakan disiplin itu.

Suatu ketika Mawar memergoki pasukan cleaning servis yg membersihkan sendal/sepatu yang disimpan di tiang, atau tempat yg tidak semestinya. Sendal-sendal itu dikumpulkan dibawa entah ke mana.

Jadi Bila sandal atau sepatu kita hilang, itu bukanlah peringatan gaib. Seperti sinetron hidayah di TV. Sandal atau sepatu kita hilang bukan karena kita melangkah ke tempat maksiat. Kisah ‘kualat’ ini sering diceritakan orang saat berumroh atau berhaji.

Sandal hilang, artinya kurang hati-hati. Dan harus beli lagi. []


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline