Kampanye Anti-Halal di Cina: Permusuhan dan Sekulerisme

0

Surat kabar Global Times menulis, segala tuntutan terhadap produk halal telah memicu permusuhan terhadap agama dan membuka peluang terciptanya kehidupan sekuler terhadap Islam.

BACA JUGA: Cina Gelar Kampanye Anti Halal di Xinjiang

Sebagai bagian dari kampanye anti-halal, Ilshat Osman, Kepala Jaksa membuat tulisan berjudul ‘Kawan, Anda tidak perlu mencarikan restoran halal hanya untuk saya”.

Melalui kampanye anti-halal ini, para pegawai negeri sipil bisa makan apapun dan kantin-kantin akan diubah sehingga para pegawai itu bisa mencoba berbagai jenis masakan.

Pembumian Komunisme

Para pejabat tinggi di Partai Komunis Urumqi mengatakan bahwa mereka akan meminta kepada pemerintah pusat dan anggota partai lainnya untuk menguatkan keyakinan Marxisme-Leninisme serta berbahasa mandarin sesuai standar di hadapan publik.

Secara teori, Beijing membebaskan warga negaranya untuk memeluk suatu agama dan melakukan praktik ibadah.

BACA JUGA: Nasib Minoritas Muslim Uighur Cina

Namun, saat ini pemerintah Cina telah meningkatkan pengawasan atau mata-mata karena Beijing sedang mencoba membuat praktik ibadah di bawah kendali negara yang lebih ketat, termasuk produk halal.

Seperti dilansir channelnewsasia.com pada Rabu, (10/10/2018), Beijing menyangkal telah melakukan pelanggaran HAM umat Islam di Xinjiang. Beijing berkeras menyebutkan hanya mengatasi tindakan terorisme dan pemecahbelah kawasan. []

SUMBER: CHANNELNEWSASIA | TEMPO

Kamu Sedang Offline