Kamu Punya Semangat Berapapi-api? Hati-hati Kebakar...

Kamu Punya Semangat Berapi-api? Hati-hati Kebakar…

a25_17287961INSPIRADATA. Memiliki semangat yang berkobar-kobar layaknya api. Fenomena ini biasanya ditemukan pada kaum muda atau para aktivis-aktivis. Tapi perlu kita perhatikan dan awasi dengan seksama jika kita memiliki sifat yang satu ini.

Mengapa? Takut kebakar…

Terbakar nafsu jelasnya. Semangat, adalah sifat yang positif. Tapi, jika semangat ini terlalu berlebihan tanpa adanya kontrol, justru takut membahayakan pemiliknya. Karena bisa jadi, semangat yang berkobar-kobar ini berasal dari nafsu yang tak terkendali.

Perhatikanlah, petikan pesan Imam Hasan Al-Banna yang dikutip dari buku Fikih Politik Menurut Imam Hasan Al-Banna. Imam Hasan Al-Banna sangat serius menyoroti dan memberikan peringatan secara tegas terhadap kadernya yang terkesan emosional dan menggebu-gebu dalam menanggapi peristiwa apapun.

“…Keperkasaan akan tergambar dari kesabaran, ketegaran, kesungguhan dan kerja yang berkesinambungan…”

“…Dan niscaya Allah akan memberikan ganjaran-Nya pada mereka yang berbuat baik mungkin lewat pertolongan, kepemimpinan dan kebahagiaan…”

“Wahai para Ikhwan semuanya… Kendalikanlah luapan emosi yang tak terkendali dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan akal yang sehat dan jadikanlah luapan emosi itu sebagai sinar yang menerangi pola pikir Anda. Janganlah Anda semua membiarkan hawa nafsu menjadi kendali…”

Dari petikan pesan Imam Hasan Al-Banna ini kita belajar bahwa, bentuk dari jiwa yang bersemangat bukan hanya dari keberanian melakukan berbagai tindakan. Melainkan daya tahan dalam kesabaran, ketegaran, kesungguhan dan kerja berkesinambungan pun tak luput dari bagian semangat.

Meski jiwa memiliki semngat yang membakar, tetaplah akal sehat digunakan dalam menimbang segala sesuatunya. Jangan sampai hawa nafsu menunggangi diri yang lemah dengan keimanan. []


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *