Unik, Informatif , Inspiratif

Kantor Gojek Ditutup, 3.000 Orang Terancam Menganggur

0

Tulang (34), seorang pengendara Gojek Kota Padang, Sumatra Barat, mengatakan akibat penutupan kantor operasional angkutan berbasis online di kota itu, sebanyak 3.000 pengendara akan menjadi pengangguran.

“Jumlah kami di Kota Padang mencapai tiga ribu orang, apabila ditutup tentu kami akan kehilangan pekerjaan,” kata Tulang di Padang, Rabu (20/9/2017), seperti dilansir oleh Republika.

Keberadaan Gojek ini, kata dia, membuat ribuan orang yang asalnya tak mempunyai pekerjaan dapat terbantu, sehingga dapat menghasilkan uang.

“Saya seorang fotografer dan menjadikan profesi ini sebagai tambahan penghasilan. Ketika tidak ada jadwal memoto saya bisa mencari uang melalui angkutan online ini,” ujar dia.

Menurut pengendara Gojek lainnya, Arif (24), setelah tamat kuliah, ia belum mendapatkan pekerjaan tetap. Lalu akhirnya ia bergabung dengan Gojek dan bisa menghasilkan uang darinya.

“Kami juga berasal dari kalangan ekonomi lemah dan mencari uang untuk menyambung hidup,” ucap dia.

Sebelumnya Pemerintah Kota Padang menutup kantor operasional angkutan dalam jaringan (daring) Gojek, karena tidak mengantongi izin dari pemerintah setempat. “Kepala Dinas Perhubungan Provinsi telah meminta agar kantor Gojek ditutup hari ini, kami langsung lakukan koordinasi dengan pihak terkait,” kata Sekretaris Dishub Kota Padang Yudi Indra.

Sebelumnya ratusan sopir angkutan kota (angkot) Kota Padang juga menuntut angkutan berbasis daring seperti Go-jek karena dinilai menjadi ancaman terhadap penghasilan mereka setiap hari.

“Angkutan berbasis daring seperti Go-jek ini mengancam pendapatan kami setiap hari jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkot jauh berkurang,” ujar salah seorang perwakilan sopir Khairison. []


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline