warga myanmar

Kapal Rohingya Berisi 100 Orang Tenggelam, Ini Cerita Saksi

Sebuah kapal pengangkut warga Rohingya yang melarikan diri dari kerusuhan di Myanmar tenggelam di lepas pantai Bangladesh. Polisi dan saksi mata khawatir para korban tewas. Korban terdiri dari sejumlah orang, termasuk banyak wanita dan anak-anak.

Kapal itu berisi lebih dari 100 orang Rohingya. Kapal itu terbalik kira-kira pukul 17.30 sore (11:30 GMT) pada Kamis di sekitar laut dekat dengan Patuwartek, sekitar 8 km dari Pantai Inani di Distrik Cox’s Bazar.

Polisi mengatakan, sebanyak 17 korban selamat telah ditemukan, namun ditemukan juga 15 mayat yang terdiri dari wanita dan anak-anak.

“Rohingya yang selamat mengatakan ada lebih dari 100 orang Rohingya di kapal. Kami khawatir akan menemukan lebih banyak mayat,” ucap Inspektur Mohamed Kai Kislu seperti dilansir Aljazirah, Jumat, (29/9/2017).

Nurul Islam, korban selamat, 22 tahun dari Rathetaung mengatakan, ia menaiki kapal dari Go Zon Dia, sebuah desa Rohingya di sepanjang sungai Naf, pada pukul 22.00 pada Rabu waktu setempat.

Dia membenarkan bahwa lebih dari 100 orang, kebanyakan wanita dan anak-anak, berada di atas kapal. Di antara mereka ada ibu Islam, istrinya,  dan anak laki-laki, serta saudara perempuan dan tiga anaknya.

Dikhawatirkan mereka semua meninggal.”Saya mencoba berpegang pada anak saya, tapi saya tidak bisa,” kata Islam masih syok dan kelelahan.

Ambulans, polisi, dan petugas pemadam kebakaran bergegas ke tempat kejadian, begitu pula penduduk setempat membawa obor untuk membantu operasi penyelamatan.  “Ada begitu banyak anak-anak, saya melihat enam terendam,” kata saksi Kullia Mia, yang termasuk di antara mereka melompat ke air untuk mencoba dan membantu menyelamatkan nyawa manusia.

Seorang saksi lainnya, Bilaluddin, mengatakan, laut bergelombang besar saat kapal tersebut terbalik. Terlihat begitu banyak orang tenggelam. “Saya menemukan bayi berusia dua bulan, saya tidak bisa menyelamatkan siapapun, saya menemukan tiga mayat,” kata Bilaluddin.

Ia tidak berpikir dapat menemukan korban selamat, melainkan hanya mayat-mayat saja. Peristiwa tersebut terjadi ketika PBB mengungkapkan, jumlah warga Rohingya yang telah pergi ke negara tetangga Bangladesh sejak meletusnya kekerasan di negara bagian Rakhine di Myanmar pada 25 Agustus jumlahnya telah mencapai lebih dari setengah juta orang.

“Kami berurusan dengan besarnya arus perpindahan manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal jumlah,” ujar Peppi Siddiq, Manajer Proyek International Organization for Migration. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *