Inspirasi dan Data

Karena, Bekerja Pun Bisa Jadi Mas Kawin

0 87

Bekerja, banyak hal yang dapat dihasilkan dari bekerja. Lebih-lebih lagi jika didasari dengan ‘Lillaah’. Banyak nilai dari bekerja, hingga dapat menjadi mas kawin. 

Anda pasti ingat dengan kisah Nabi Musa saat akan Menikah dengan putri Nabi Syuaib. Apa mas kawinnya?

Mas kawinnya adalah kesediaan Nabi Musa untuk bekerja dan tinggal bersama Nabi Syuaib selama delapan tahun. Bahkan digenapkan menjadi sepuluh tahun–bekerja menggembala domba dan bercocok tanam.

Dalam syari’at memang disebutkan bahwa mas kawin itu yang mudah dan tak memberatkan, yang mengandung makna penghargaan kepada mempelai wanita. Dan harta atau pekerjaan yang diberikan oleh seorang laki-laki kepada wanita, sebagai pengganti dari kerelaan dan kesepakan dalam pernikahan. Katakanlah harga dari sebuah komitmen.

Dalam bahasa Arab, mas kawin sering disebut dengan istilah mahar, shadaq, faridhah, dan ajran.

Mahar, dapat diartikan dengan pandai dan mahir, karena dengan Menikah dan membayar mas kawin, pada hakikatnya sang lelaki telah pandai berurusan rumah tangga.

Shadaq, berarti jujur. Membayar mas kawin mengisyaratkan kejujuran dan kesungguhan lelaki Menikahi wanita.

Faridhah, adalah kewajiban. Kewajiban bagi lelaki untuk memberikannya kepada wanita.

Dan ajran, berarti upah. Secara simbolis, mas kawin adalah upah atau ongkos untuk dapat menggauli seorang wanita dengan halal. [] Wallahua’lam.

Bagi Anda yang terjerat akan masalah mas kawin, coba baca ini dan Bekerjalah!

Referensi: Tangan-tangan yang Dicium Rasul, karya Syahyuti.

loading...
loading...
Comments
Loading...