ibu Amih dilaporkan anaknya ke pendagilan (foto: detik.com)
ibu Amih dilaporkan anaknya ke pendagilan (foto: detik.com)

Karena Utang, Ibu Ini Digugat Anaknya Sendiri ke Pengadilan

ibu Amih dilaporkan anaknya ke pendagilan (foto: detik.com)
ibu Amih dilaporkan anaknya ke pengadilan (foto: detik.com)

INSPIRADATA. Seorang ibu di Kabupaten Garut digugat pengadilan oleh anaknya sendiri. Ibu yang bernama Siti Rohaya (83) atau yang biasa dipanggail Amih ini tak menyangkan salah satu anaknya Yani menggugatnya ke pengadilan karena persoalan utang.

Dilansir detik.com, Jum’at (24/03/2017), Amih tidak menyangka jika salah satu anaknya menggungat dirinya ke pengadilan.

“Dia itu anak yang baik, enggak pernah ada masalah dengan saya sebelumnya. Justru saya tidak tahu apa-apa tentang kasus ini, saya enggak pernah menyangka dia akan tega,” ungkap Amih.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal pada 2001 saat salah satu anak Amih bernama Asep Ruhiyat meminjam uang kepada Yani dan suaminya Handoko sekitar Rp 42 juta pada 2001. Namun hingga saat ini belum lunas, tersisa Rp 20 juta.

Saat meminjam, Asep menjaminkan sertifikat rumah Amih. Selang 16 tahun kemudian, Yani malah menggugat ibunya. Ia menuntut Rp 1,8 miliar untuk kerugian materil dan immateril. Sebelum melayangkan gugatan, Amih dipaksa tandatangan oleh Yani soal keterangan bahwa memang Amih memiliki utang.

Amih mengatakan ingin kasus ini cepat beres. Amih memohon kepada Yani untuk menuntaskan kasus ini secara kekeluargaan. Di usianya yang sudah senja ini, Amih hanya berharap agar anak-anaknya kembali akur dan tidak ada permasalahan lagi.

“Kasihan amih ini udah tua, Amih mah berharap supaya kasus ini cepet beres, bisa diselesaikan secara kekeluargaan, udah capek Amih harus terus ke pengadilan mah,” tandas Amih. []


Artikel Terkait :

About Irah Wati

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *