, Kasus Bullying Gunadarma, Ini 7 Faktanya
Unik, Informatif , Inspiratif

Kasus Bullying Gunadarma, Ini 7 Faktanya

0

Universitas Gunadarma memberikan sanksi kepada 13 mahasiswanya yang menjadi pelaku bullying terhadap MF, mahasiswa sesama Jurusan Sistem Informatika Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi di universitas tersebut.

Pihak Gunadarma juga memberikan sanksi kepada sepuluh mahasiswa lainnya yang ikut-ikutan meledek dan hanya diam saat MF di-bully teman-temannya.

Kasus bullying tersebut menyeruak ke permukaan saat video bullying itu menjadi viral di berbagai media sosial pada 15 Juli 2017 lalu. Video itu juga langsung mendapat kecaman dari publik. “Begitu video viral di media sosial, kami langsung membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus tersebut,” ucap Wakil Rektor Universitas Gunadarma Irwan Bastian.

Berikut tujuh fakta tentang bullying di Universitas Gunadarma yang dikutip dari tempo.co.

1. MF jadi korban bullying sejak semester pertama

MF tercatat sebagai mahasiwa Jurusan Sistem Informatika Fakultas Ilmu Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma Angkatan 2016. “Sudah satu tahun sejak masuk kuliah dibully,” kata Mansyur, orang tua MF di rumahnya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Juli 2017.

2. Orang tua mengrtahui bullying MF dari video di media sosial

Mansyur mengatakan MF tidak pernah menceritakan perlakuan teman temannnya di kampus. Namun setelah video bullying viral di media sosial, MF mengungkapkan bullying yang selama ini ia alami.

“Anak saya pernah cerita tasnya dilempar, laptopnya diumpetin dan motornya direbahkan (dijatuhkan),” ucapnya. “Pelakunya teman-teman sekelasnya.”

3. MF bukan anak berkebutuhan khusus

Sempat menyebut MF berkebutuhan khusus, Wakil Rektor Universitas Gunadarma Irwan Bastian mengatakan MF masuk melalui jalur tes reguler seperti mahasiswa lainnya. Pengakuan serupa juga disampaikan orang tua MF, Mansyur.

Mansyur menuturkan anaknya tidak mempunyai masalah perkuliahan, karena sama seperti mahasiswa lainnya. Bahkan, keluarga sempat tidak percaya MF, diberitakan sebagai mahasiswa berkebutuhan khusus. “Anak saya tidak autis,” katanya.

4. Pelaku bullying punya riwayat gangguan perkembangan syaraf

Sudarisman, orang tua salah satu pelaku bullying AA,mengatakan anaknya mempunyai riwayat gangguan perkembangan syaraf yang menimbulkan gangguan interaksi sosial saat masih kecil. Pada usia delapan tahun, AA, anaknya pernah menjalani terapi motorik dan sequance. “Justru anak saya yang mempunyai riwayat dalam masalah interaksi sosial,” ucapnya.

5. Pelaku bullying dijatuhi skorsing setahun

Universitas Gunadarma menjatuhkan sanksi terhadap tiga pelaku bullying yakni, AA, YLL dan HN. Ketiganya terlibat langsung dalam bullying terhadap MF. AA yang menarik tas korban, YLL yang merekam video dan HN yang terdengar suaranya meminta korban berani memukul satu rekannya sebagai syarat tidak akan diganggu lagi. “Hukuman sudah sesuai dengan tata tertib kehidupan kampus mahasiswa Gunadarma.” Kata Wakil Rektor Univeritas Gunadarma Irwan Bastian, Rabu 19 Juli 2017.

6. Sanksi untuk mahasiswa yang menonton aksi bullying

Tak hanya kepada pelaku bullying, Universitas Gunadarma juga memberikan sanksi terhadap mahasiswa yang turut menyaksikan bullying dan hanya mendiamkan kejadian tersebut. Skorsing selama 6 bulan diberikan untuk mahasiswa PDP yang ikut meledek korban ketika terlihat melintas dalam video. Peringatan tertulis untuk sembilan mahasiswa yang ada di lokasi dalam video yang sama tapi diam saja.

7. Orang tua MF akhirnya memaafkan pelaku bullying

Sempat tidak mau memaafkan, dan bahkan akan membawa kasus bullying ke Kepolisian, orang tua MF akhirnya memaagkan para pelaku bullying setelah Universitas Gunadarma memberikan sanksi. “Mereka (pelaku) masih punya masa depan. Kasian juga kalau sampai diberhentikan,” ucapnya. “Dengan sanksi itu, secara tidak langsung kami sudah memaafkan mereka (pelaku),” ucap Mansyur orang tua MF, Jumat 21 Juli 2017. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.