Kasus Bullying, KPAI: Salah Satunya Anak Terlalu “Baperan”

0

Hari Anak Nasional 2018 pada Senin (23/7) menjadi sorotan dan perbincangan khusus bagi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Salah satunya terkait anak yang menjadi sosok rentan terhadap kasus bullying.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati menyebutkan hal-hal yang membuat anak mudah menjadi korban dan atau pelaku bullying.

BACA JUGA: Hari Anak Nasional, Perhatian KPAI dan Pelanggaran Anak

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua, berikut ulasannya seperti dilansir IDNTimes:

1. Rasa tidak percaya diri pada anak

“Setelah saya lihat korban-korban atau pelaku, itu problem kepribadian sebenarnya,” kata Rita saat ditemui di daerah Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018). Kepribadian anak yang tidak percaya diri membuat anak mudah menjadi korban bullying.

Kepribadian ini juga tidak menutup kemungkinan menjadikan anak pelaku bullying itu sendiri. Pola asuh yang baik dirasa KPAI dapat membuat anak menjadi lebih percaya diri.

2. Negative Thinking dan baperan

“Selama ini anak-anak terlalu baper, menurut saya,” kata Rita. Menurutnya, dalam menanggapi bullying secara verbal, anak-anak kerap terlalu terbawa perasaan dan negative thinking.

BACA JUGA: Anak Memakan Harta Haram Orang Tua, maka …

“Kalau kita positive thinking orang ngomong apa kita gak usah terlalu masukin hati,” kata Rita. “Saya pernah ke sekolah-sekolah mendengar cerita anak-anak. Ada yang dibilang sok cantik, lalu ‘mewek’. Baper,” kata Rita lagi. “Tapi ya itu anak zaman now,” tambahnya.

3. Sulit mengambil keputusan

Kepribadian yang sulit mengambil keputusan menurut KPAI menjadi salah satu faktor yang membuat anak rentan menjadi korban dan pelaku bullying. Peran orang tua dalam hal ini menjadi sangat diperlukan.

Orangtua yang tidak memberikan anaknya kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri justru membuat anak menjadi rentan menjadi korban dan pelaku bullying. “Peran orangtua besar untuk memberi kesempatan bahwa anak tidak selalu berhasil juga,” kata Rita.

BACA JUGA: Ibu Berbuat Dosa, Bolehkah Anak Memarahinya?

Menurut data KPAI jumlah kasus bullying pendidikan per tanggal 30 Mei 2018 berjumlah 161 kasus, 41 kasus di antaranya terkait dengan anak sebagai korban dan pelaku bullying tersebut, KPAI akan melakukan kampanye stop bullying. []

SUMBER: IDN TIMES

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline