Jurnalis Metro TV Hilman ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dalam insiden kecelakaan yang menimpa Ketua DPR RI Setya Novanto. Hilman diduga mengemudikan mobil dengan lalai sehingga menyebabkan kecelakaan.

“Namanya sampean ditilang, tersangka bukan? Makanya kami kenakan UU Lalu lintas, Lex specialis ini. Di Pasal 283 itu, juncto pasal 310 (Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2017), seperti Kompas.com.

Walau demikian, Argo mengatakan, Hilman tak ditahan.

Dijelaskan Argo, dalam berkendara, Hilman terbukti lalai. Pasalnya, ia mengemudikan mobil sambil memainkan telepon selulernya sehingga mobil yang ia kendarai mengalami kecelakaan.

“Karena mengemudi sambil pegang handphone sehingga tidak stabil, sehingga menyebabkan dia keluar ke kanan kemudian menyerempet pohon dan mengenai tiang listrik,” kata Argo.

Dalam Pasal 283 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu dijelaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat 1 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan.

Sedangkan Pasal 310 dijelaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan. []