Unik, Informatif , Inspiratif

Kasus ‘Kitab Suci adalah Fiksi’ Rocky Gerung, Mulai Diproses Polisi

0

 

Rocky Gerung, salah seorang pengamat politik menyebutkan ‘kitab suci adalah fiksi’. Akibat pernyataannya ini, Rocky dilaporkan oleh Permadi Arya ke Polda Metro Jaya, mulai diproses. Kasus ini dilaporkan Permadi Arya pada 11 April 2018.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan pemeriksaan Rocky Gerung, yang akan dilakukan besok, Kamis (31/1). “Benar besok diperiksa, sekitar pukul 10.00 WIB di Krimsus,” kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (30/1).

BACA JUGA: Tampil Lagi di ILC, Rocky Gerung Bungkam Nusron Wahid soal Mahfud MD

Rocky dilaporkan oleh Ketua Cyber Indonesia DKI Jakarta, Permadi Arya atau Abu Janda, pada 11 April 2018 malam ke Polda Metro Jaya. Rocky diduga melakukan penodaan agama terhadap pernyataan di ILC edisi Selasa 10 April 2018, sebagai narasumber ia menyebut ‘kitab suci adalah fiksi’.

Dalam acara diskusi ILC tersebut, Rocky menjelaskan fiction atau fiksi itu merupakan kata benda, namun karena dia diucapkan dalam satu forum politik, maka dia dianggap sebagai sesuatu yang buruk.

Menurut Rocky, fiksi itu sangat bagus. Rocki menambahkan bahwa fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.

BACA JUGA: Rocky Gerung Blak-Blakan Ungkap Alasannya soal ‘Kitab Suci Fiksi’
Ini adalah paparan Rocky dalam acara tersebeut: “Dan kita hidup dalam dunia fiksi, lebih banyak fiksi daripada dalam dunia realitas. Ia juga menyatakan fiksi lawannya realitas bukan fakta. Jadi kalau anda bilang itu fiksi lalu kata itu jadi peyoratif (menghina), itu artinya kita menginginkan anak-anak kita tidak lagi membaca fiksi, karena sudah dua bulan ini kata fiksi itu menjadi kata yang buruk,”

“Kitab suci fiksi atau bukan? Siapa yang berani jawab. Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi. Karena belum selesai, belum tiba itu,” Rocky berkata dengan lugas.

Rocky menjelaskan paparannya dengan perbandingan lain yakni Babad Tanah Jawi yang merupakan salah satu bentuk fiksi. “Jadi ada fungsi dari fiksi untuk mengaktifkan imajinasi, menuntun kita untuk berpikir lebih imajinatif. Sekarang dia (fiksi) dibunuh, dibunuh oleh politisi.”[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.