Kaum Muslimin, Belajarlah dari Sejarah....

Kaum Muslimin, Belajarlah dari Sejarah

sejarahINSPIRADATA. Niat saja tidak cukup, butuh langkah kongkret. Ini adalah prinsip seorang muslim. Apalagi saat kita melihat ironi keadaan kaum muslimin hari ini. Penuh dengan kegoyahan, baik di dalam atau di luar. untuk menyikapi keadaan ini ¬†kita perlu membuka kembali sejarah yang pernah terjadi ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu…

Sejarah merekam berbagai peristiwa. Mulai dari sebab-sebab keberhasilan dan kekalahan umat Islam. Kita bercermin bahwa umat tanpa sejarah seperti tidak memiliki masa depan. Siapa saja yang tidak mau mengambil pelajaran dari sejarah, ia pasti akan tergilas oleh sejarah.

Keadaan kaum muslim sekarang tidak begitu menggembirakan. Kekuasaan mereka lenyap. Tempat-tempat suci mereka dirampas. Mereka dihina-hinakan musuh dan hingga kini masih didera penderitaan. Dalam sejarah, setiap umat pasti mengalami kemenangan dan kekalahan. Namun, disana masih ada gerakan-gerakan fundamental, yaitu beberapa orang mukmin yang berhasil merealisasikan pencapaian-pencapaian besar dan mengembalikan umat kepada kemuliaan dan kejayaan.

Sejarah menghadirkan banyak bukti itu. Allah berfirman ,

“Sungguh, Kami telah tulis di dalam zabur setelah (tertulis) di dalam al-Dzikir (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang sholeh”. (Al-Anbiya'[21]:105)

Niat saja tidak cukup. Butuh langkah kongkret, tindakan praktis, dan persiapan berkelanjutan, karena kehidupan memiliki hukumnya sendiri. Setiap individu dan umat dituntut untuk terus mempersiapkan diri dan bekerja guna meraih tujuan dan cita-cita.

“Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi, dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan”. (Hud [11]:123)

Hanya orang-orang yang memiliki pikiran jernih saja dan pandangan jauh ke depan yang mau mengambil pelajaran dari kisah-kisah. Mereka adalah orang-orang yang mengambil pelajaran dan meninggalkan segala sesuatu yang rendah dan hina.

“Kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang beriman.” (Al ‘Imran [3]: 139)

Allah SWT berfirman,

“Alif Lam Mim. Bangsa romawi telah dikalahkan di negeri terdekat, dan setelah kekalahan itu mereka menang dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Pada hari (kemenangan bangsa romawi) itu, bergembiralah orang-orang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dia kehendaki. Dia Maha perkasa, Maha penyayang.” (Al- Rum [30]:1-5)

Sejarah perang merupakan salah satu cabang ilmu sejarah. Setiap sejarawan atau penulis akan menafsirkannnya sesuai perspektif masing-masing. Mungkin suatu kaum telah menyiapkan sarana-sarana kehidupan secara sempurna, membangun galangan-galangan kapal yang besar dan kuat,

“dan mereka berkata, “siapakah yang lebih hebat kekuasaannya dari kami?” (Fushilat [41]:15)

Mungkin suatu kaum akan mendengar penguasa mereka berkata,
” Aku hanya mengemukakakn kepadamu apa yang aku pandang baik, dan aku hanya menunjukkan kepadamu jalan yang benar,” (Ghafir [40]: 29)

Barangkali suatu kaum merasa benar-benar, ” yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari siksa Allah.” ( Al-Hasyr [59] 2). Itulah umat-umat yang telah melupakan kekuasaan Allah. []

Sumber: Dari Puncak Andalusia/Dr. Tariq Suwaidan/Zaman


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *