ridha akan cobaan
Foto: thewanderingstar

Kausanggup ke Tinggi Pegunungan, tapi ke Masjid Tak Kaudengarkan

 

Foto: thewanderingstar

INSPIRADATA. Duh hei kau laki-laki, kau sering bilang kau sanggup menempuh perjalanan ke pegunungan dengan ketinggian, dengan gagah dan kehebatan, tapi giliran ada panggilan ke masjid tak pernah kaudengarkan. Padahal jarak dari tempatmu berada ke tempat itu peribadatan hanya meter belasan, paling banter ratusan, tapi pada dasarnya emang kau keberatan untuk tunaikan kewajiban.

Duh hei kau laki-laki, tahukah kau bahwa pergi ke tempat peribadatan di waktu-waktu yang sudah ditentukan menjadi sebuah kewajiban buat para pejantan dikarenakan kalau kaulaksanakan kewajiban di rumah sendirian, bagaimana bisa Islam tegakkan panji dan pilar untuk kejayaan? Kalau kau shalat sendirian, kau hanya dapat satu kebaikan, tapi di masjid, kautunaikan shalat bersamaan, kaudapatkan 27 pahala kebaikan, begitu kata Nabi junjungan.

Duh hei kau laki-laki, paling menyedihkan, jangankan kau ke tempat panggilan adzan, bahkan untuk shalat sendirian tak pernah kauhiraukan. Kau asyik saja kerjakan pekerjaan, atau permainan, atau percakapan. Padahal, sungguh pedih adzab yang akan ditimpakan jika tak kaulaksanakan ini kewajiban. Soalnya, apa bedanya kau dengan mereka yang tak beriman pada Allah yang dipertuhankan oleh Nabi dan Rasulnya utusan, tanpa melaksanakan shalat yang menandakan kau seorang Muslim beneran?

Duh hei kau laki-laki, padahal panggilan dari Allah yang Maha Menentukan itu konon hanya ada tiga saja selama hayat digenggam: ketika baru dilahirkan, ketika shalat lima waktu ditentukan, dan satu lagi ketika masuk perlahatan. Sungguh celaka jika kita hanya menjawab satu kejadian panggilan saja yaitu ketika akan dimakamkan, karena waktu itu sesal tak membantu kita punya pertanggungjawaban.

Duh hei kau laki-laki, maka sekarang, setiap kali adzan dikumandangkan, tinggalkan semua pekerjaan sepenting apapun dibutuhkan. Coba pikirkan, Nabi saja dalam semua keadaan tetap tunaikan shalat tanpa kenal rintangan, ketika perang dan bahkan ketika akan diwafatkan. Masa kita yang bisa jadi bakal jadi orang paling akhiran masuk surga impian, berani beneran tak hiraukan panggilan Allah lewat adzan? Yuk ah, jangan sampai kita jadi jagoan naik tinggi pegunungan tapi tuli pada panggilan adzan di lima waktu yang ditentukan. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

ibadah umrah di bulan ramadhan

Kalkulasi Ghaib di Sekitar Kabah

ketakjuban adalah salah satu anugrah tuhan. Karena hanya dengan ijinNYAlah, ketakjuban membuat seseorang menjadi beriman, bersyukur, dan merasakan segalanya menjadi manis.

One comment

  1. andrian yudoyono

    nulis itu gampang daripada berbuat..kenapa manusia yang cukup secara finansial mereka paling banyak khusuk dlm ibadah. Bayangkan antara dera dan kebutuhan hidup adalah satu bercabangnya pemikiran tentang IBADAH. meskipun begitu muslim tetap hrus melaksanakan perintah. meskipun hanya sekali atau dua waktu saja sehari. ALLAH MAHA pengampun dan melihat BROO

    http://www.inspiradata.com/kausanggup-ke-tinggi-pegunungan-tapi-ke-masjid-tak-kaudengarkan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *