pesantren terbakar
Foto: Tribunnews

Kebakaran Pesantren di Malaysia, Inilah Penyebabnya

Kebakaran hebat yang terjadi di sebuah sekolah Islam di Kuala Lumpur, Malaysia mengakibatkan 23 orang tewas, termasuk di antaranya 21 siswa. Terkait insiden ini, sebanyak tujuh remaja telah ditahan.

Kepala Polisi Kuala Lumpur Amar Singh mengatakan usia remaja laki-laki yang ditangkap terkait kebakaran pesantren ini sekitar 11 sampai 18 tahun. Mereka ditangkap karena teridentifikasi oleh kamera CCTV dari bangunan sebelah sekolah. Pada saat malam kebakaran tersebut, mereka terekam CCTV sedang berada di dekat sekolah.

“Dari penyelidikan kami, motif di balik kasus tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman setelah para tersangka dan beberapa siswa tahfiz yang saling mengejek beberapa hari sebelum kebakaran,” kata Singh, dalam sebuah konferensi pers, seperti dilansir dari¬†New Strait Times.

Ia menuturkan bahwa enam dari tujuh tersangka positif menggunakan narkoba. Dua di antaranya sebelumnya pernah ditahan. Satu orang di antaranya karena kasus pencurian kendaraan dan yang lain karena kasus kerusuhan.

Singh mengatakan, sebanyak dua tangki gas dibawa ke lantai atas, lalu digunakan untuk menyalakan api. Api menyebar dalam sekejap hingga petugas pemadam kebakaran perlu waktu satu jam untuk memadamkannya.

Singh juga mengungkapkan, ketujuh remaja tersebut adalah anak putus sekolah dan akan menjalani pemeriksaan polisi selama sepekan. Menurutnya kasus tersebut telah diklasifikasikan sebagai kasus pembunuhan dan kerusakan oleh api. Sekolah tersebut juga sedang diselidiki karena melanggar peraturan keselamatan gedung.

Pejabat setempat mengatakan sekolah tersebut telah beroperasi tanpa adanya izin dan lisensi kebakaran. Tembok pemisah secara ilegal dibangun di lantai paling atas yang menghalangi korban dari jalan keluar.

Kebakaran terjadi menjelang fajar pada Kamis (14/9), di sekolah tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah yang memiliki tiga lantai. Api memblokir satu-satunya jalan keluar asrama di lantai atas dan menjebak murid-murid di balik jendela. Dua orang dewasa dan 21 siswa berusia antara 6 sampai 17 tahun, tewas di lokasi kejadian.

Pejabat awalnya menduga kebakaran itu disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik. Korban tewas dikembalikan ke keluarga pada Jumat (15/9/2017) setelah uji DNA dan mereka dimakamkan di hari yang sama.

Akibat insiden ini, asrama sekolah Islam diimbau untuk bisa memperbaiki pengelolaan bangunan. Kebanyakan asrama dikelola secara pribadi tanpa adanya pengawasan oleh Kementerian Pendidikan.

Menurut media lokal, lebih dari 500 sekolah tahfiz terdaftar di Malaysia. Tetapi lebih banyak lagi yang diyakini tidak terdaftar.

Berdasarkan data dari pemadam kebakaran, dalam dua tahun terakhir, 1.083 kasus kebakaran menyerang sekolah asrama. Pada 1989, bencana terburuk terjadi ketika 27 siswa perempuan di sebuah sekolah asrama di negara bagian Kedah tewas saat kebakaran memusnahkan sekolah mereka. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *