Pelarangan ibadah
Foto: ABC Online/AFP

Kebijakan China Soal Larangan Beribadah Bagi Muslim Uighur Dinilai Tak Berdasar

Pemerintah China mengeluarkan aksi intoleran terhadap umat Muslim Uighur di daerah otonom Provinsi Xinjiang. Hal ini kemudian mendapat reaksi keras dari Indonesia.

Melalui Pengurus Wilayah (PW) Garda NKRI Sulut, DPP Garda NKRI mengecam kebijakan tersebut karena membatasi kebebasan dalam beragama.

Fino Mongkau, Koordinator Garda NKRI Sulut menyebut, pelarangan ini amat berlawanan dengan prinsip-prinsip humanistik yang menjadi spirit nilai dalam pemerintahan di abad sekarang.

”Sebab, bertentangan dengan HAM yang menghargai kebebasan orang beragama sebagaimana termaktub dalam pernyataan umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 bahwa setiap orang berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama,” kata Fino, Rabu (4/10/2017), seperti dilansir tribunnews.com.

Dia melanjutkan, generalisasi stigma negatif oleh Pemerintah China bahwa muslim di Xinjiang sebagai teroris itu tindakan yang anomalistik dan diskriminatif.

Pelarangan ibadah bagi muslim Uighur oleh Pemerintah China itu sangat tidak berdasar.

”Tidak ada satupun agama di dunia ini yang mengafirmasi sikap-sikap diskriminatif dengan dalih apapun,” sambungnya.

Sekretaris Wilayah Garda NKRI, Meikel Pontolondo mengatakan, dalam rangka menjaga semangat humanistik yang telah menjadi prinsip universal antar sesama umat beragama agar menghormati dan menghargai kebebasan dalam menganut dan menjalankan sebuah ajaran beragama di dunia.

”Kami menyerukan kepada Pemerintah Cina melalui kedubesnya di Indonesia untuk mencabut pelarangan beribadah bagi umat muslim Uighur apapun bentuknya,” kata Meikel. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *