kecanduan gadget
Foto: Man Wants

Kecanduan Gadget, Ini Kata Sosiolog

Gawai atau gadget menyedot perhatian dan waktu banyak penggunanya. Kecanduan, hal yang terjadi pada pengguna gadget yang sangat susah terlepas dari alat tersebut untuk melakukan relasi di jejaring sosial, hingga main game.

Sosiolog bidang jejaring sosial Roby Muhamad menuturkan, saat ini banyak orang yang kecanduan bermain gawai. Penelitian menunjukkan, seseorang mengecek gawainya 300 sampai 500 kali dalam sehari.

“Definisi kecanduan itu bukan terletak pada berapa kali ia mengecek gawai, akan tetapi bagaimana aktivitas dengan gawai itu memengaruhi aktivitasnya sehari-hari,” ujar Roby, Kamis (02/11/2017) lansir Republika.co.id.

Seseorang dikatakan kecanduan jika aktivitasnya dengan gawai membuat ia meninggalkan waktu untuk kegiatan yang lebih penting seperti bekerja, mengurus keluarga, dan mengurus diri sendiri.

“Jika kita tidak bisa membuka website atau chat lalu merasa ada yang hilang, itu yang bermasalah,” lanjut pria yang juga menjadi dosen psikologi Universitas Indonesia ini.

Sampai sekarang, fenomena kecanduan ini masih diperdebatkan apakah layak dikategorikan sebagai patologi klinis. “Misalnya jika ditanya soal angka mengenai bagaimana bersosial media yang sehat, masih belum ada,” ungkap pria berkacamata ini.

Bagi mereka yang merasa sudah pada tahap kecanduan, terutama kecanduan media sosial, Roby menyarankan untuk menjauhkan gawai demi ‘menyembuhkan’ kecanduan tersebut. Sekarang juga banyak terapis atau konsultan psikolog yang bisa membantu melepaskan diri dari kecanduan.

“Tapi ini juga bukan hal mudah karena di sisi lain media sosial didesain dengan notifikasi untuk menarik perhatian kita,” ungkapnya. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *