Unik, Informatif , Inspiratif

Kekeringan Ekstrem Selama 3 Tahun Tanda Kemunculan Dajjal

0

Melihat fenomena alam saat ini, yang di sebagian besar wilayah mengalami kekeringan, mengingatkan kepada kita terhadap salah satu hadis Nabi shalallahu alaihi wa sallam tentang akhir zaman. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa di antara tanda-tanda kemunculan Dajjal menjelang kiamat adalah manusia akan menghadapi masa-masa ekstrem seperti kekeringan selama tiga tahun.  

Rasululllah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya sebelum keluar Dajjal adalah tempo waktu tahun yang sangat sulit, pada waktu itu manusia akan ditimpa oleh tahun yang sulit.

Pada waktu itu manusia ditimpa oleh kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya.

BACA JUGA: Inilah Jangka Waktu Dajjal Tinggal di Bumi Menurut Nabi Muhammad

Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanam-tanamannya.

Kemudian pada tahun ke tiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan srmua air hujannya, sehingga ia tidak meneteskan setitik air pun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanam-tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau pun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang dikehendaki Allah.”

Para sahabat bertanya, “Dengan apa manusia akan hidup pada saat itu? ”

Beliau ﷺ menjawab, “Tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan. ” (HR. Ibnu Majah)

Hadits ini menjelaskan proses kekeringan dan kelaparan dahsyat yang akan terjadi selama tiga tahun berturut-turut sebelum keluarnya Dajjal.

Kekeringan tersebut terjadi secara bertahap.

Pada tahun pertama, kadar hujan berkurang sampai sepertiga dari biasanya sehingga berakibat anjloknya hasil pertanian hingga sepertiga dari biasanya.

Manusia tentu berharap kesusahan tersebut segera membaik.

Namun, harapan tinggal harapan.

Pada tahun berikutnya, curah hujan justru semakin berkurang, susut hingga 2/3 dari curah hujan normal.

Dampaknya langsung terasa, produksi pertanian merosot tajam hingga 2/3.

Alih-alih membaik, pada tahun ketiga bencana justru semakin ‘menggila’.

Air hujan 100% tidak turun dan bencana kekeringan pun menjadi ‘sempurna’.

Kekeringan ekstrem tersebut memang terjadi berdasarkan kehendak Allah.

Kondisi itu merupakan ujian dari Allah untuk melihat siapa yang tetap beriman dan siapa yang ingkar.

BACA JUGA: Tanda Kiamat, Mana yang Lebih Dulu: Munculnya Dajjal atau Terbitnya Matahari dari Barat?

Saat ini memang belum dialami oleh umat manusia. Namun, tanda-tanda ke arah itu sudah bisa mulai ‘diraba-raba’ pada zaman ini. []

Sumber: Mabda TV/Youtube


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.