Unik, Informatif , Inspiratif

Keluarga Kerajaan Saudi Tak Boleh Diusik soal Khashoggi

0 276

Buntut dari bocornya laporan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) ke media, terkait pembunuhan Jamal Kashoggi, kini banyak pihak menuding ada anggota kerajaan Arab Saudi yang terlibat dalam kasus tersebut. CIA telah menarik simpulan bahwa Pangeran Mohammed adalah orang yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Kesimpulan ini berdasarkan beberapa sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dengan saudara Putra Mahkota yang juga menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS, Khalid bin Salman.

Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.

BACA JUGA: Shalat Gaib untuk Jamal Khashoggi di Mekkah-Madinah

Menanggapi laporan CIA itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir menegaskan bahwa Pangeran Mohammed tidak terlibat dalam pembunuhan.

“Kami telah menegaskan ini secara jelas. Kami telah membuka penyelidikan yang masih berlangsung terkait kasus ini dan kami akan menghukum setiap individu-individu yang bertanggung jawab,” ucap Adel.

Adel mengatakan seluruh tudingan terhadap anggota kerajaan, termasuk terkait pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik Raja Salman, tak bisa ditoleransi.

“Mereka (Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman) mencerminkan setiap warga negara Saudi dan setiap warga Saudi mencerminkan mereka,” ucap Jubeir diplomatis dalam wawancaranya bersama BBC seperti dikutip AFP, Kamis (22/11).

Adel juga menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menolerir setiap pernyataan apa pun yang meremehkan Raja dan Putra Mahkota kami.

Sebagaimana diketahui, Khashoggi tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, setelah sempat dinyatakan hilang pada 2 Oktober lalu.

Meski sempat menampik, Saudi akhirnya mengakui bahwa koresponden The Washington Postitu tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh menegaskan kerajaan tidak terlibat konspirasi pembunuhan tersebut.

BACA JUGA: Raja Salman Buka Suara Soal Kasus Khashoggi

Saudi menuturkan “operasi kasar” itu dilakukan oleh sejumlah pejabat intelijen di luar kewenangan mereka. Negara kerajaan itu sejauh ini telah menahan 21 tersangka.

“Kami telah menegaskan ini secara jelas. Kami telah membuka penyelidikan yang masih berlangsung terkait kasus ini dan kami akan menghukum setiap individu-individu yang bertanggung jawab,” ucap Adel.

Dalam kesempatan itu, Adel juga menantang Turki untuk membeberkan semua bukti yang dimiliki terkait pembunuhan Khashoggi. []

SUMBER: CNN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline