Unik, Informatif , Inspiratif

Kemeninfo Berikan Ciri Berita Hoax

0

Mengenal berita Hoax penting bagi warganet. Karena bila warganet mengenal Hoax, ia dapat menghindari konsekuesi hukum yang berlaku bagi penyebar, maupun hanya membagikan. Karena itu staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum Henri Subiakto mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenal lebih dekat ciri-ciri hoaks dan penyebar kabar bohong serta ujaran kebencian.

Berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 ayat 2 yang berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dapat dijerat dengan hukum pidana”.

BACA JUGA: Jokowi Dituding sebagai Antek PKI, KH Ma’ruf Amin: Yang Bikin Hoax; Sudah Tobat

Mengingat konsekuensi terkait hoax, Henri menyarankan pada masyarakat untuk tidak mudah ikut menyebarkan informasi yang diterima di media sosial. Sebab, biasanya informasi tersebut seringkali mengajak dengan menggunakan bahasa-bahasa yang dapat menimbulkan kebencian maupun amarah.

“Ciri-ciri hoaks kalau saat kita terima atau membaca informasi yang dapat membuat kita membenci orang lain atau kelompok tertentu, sehingga mereka menciptakan adanya kebencian, kekhawatiran dan permusuhan,” tutur Henri memberikan keteranganannya.

Henri memberi contoh salah satu pesan teks yang biasanya dijumpai misalnya dengan mengatakan, ‘Indonesia ini bisa hancur’. Konten tersebut dinilai dapat memunculkan ketakutakan dari masyarakat, bahkan dapat menciptakan permusuhan.

BACA JUGA: Tanggapi Maraknya Hoax; Jelang Pemilu, Mahfud MD: Pemerintah Harus Bertindak Tegas

Henri juga menambahkan bahwa biasanya konten itu meminta untuk memviralkan dengan kata-kata ‘minta diviralkan, minta disebarkan, jangan berhenti disini kalau berhenti di sini tidak masuk surga’ . Kata-kata itu justru ciri-ciri hoaks yang seharusnya jangan sampai disebarkan lebih luas lagi.

Henri mengatakan, bukan hanya pembuat hoaks yang akan berhadapan dengan hukum, namun juga penyebarnya. Hal ini sebagaimana yang diterapkan melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.