Unik, Informatif , Inspiratif

Kenapa Anies Ubah Nama-Nama Pulau Reklamasi Itu?

0 256

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengubah nama tiga pulau reklamasi yang telah jadi. Yakni Pulau C, Pulau D, dan Pulau G, menjadi kawasan Pantai Kita, Kawasan Pantai Maju, dan Kawasan Pantai Bersama.

Dia mengatakan, pihaknya juga mengembalikan sebutan  ‘pulau’ yang telah populer menjadi sebutan kawasan pantai. Sebab, sebutan itu berdasarkan kepada rujukan ketentuan tata ruang yang tepat dan benar.

BACA JUGA: Motivatif, Ini Nama Baru untuk Tiga Pulau Reklamasi dari Anies

Wilayah-wilayah hasil reklamasi itu, kata dia, sesungguhnya menjadi bagian dari Pulau Jawa. Sehingga, penyebutan wilayah itu seharusnya bukanlah sebuah pulau.

“Karena kepopulerannya sudah terlanjur jadi semua menyebut dengan istilah ‘pulau’. Karena itu kita kembalikan lagi kepada ketentuan tata ruang yang benar,” kata dia.

Rujukannya adalah, kata dia, dari ketentuan-ketentuan teks yang ada di pusat. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait dengan lahan-lahan hasil reklamasi.

Dia juga menjelaskan, pengubahan nama itu dilakukan, agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk oleh Anies untuk mengelola, yaitu Jakpro memiliki tugas yang jelas.

Pengubahan nama itu, tertuang dalam sebuah Keputusan Gubernur (Kepgub) Provinsi DKI Jakarta, bernomorkan 1744 Tahun 2018, tentang Penamaan Kawasan Pantai Kita, Kawasan Pantai Maju, dan Kawasan Pantai Bersama Kota Administrasi Jakarta Utara.

BACA JUGA: Izin Pulau Reklamasi Dicabut, Ini Respons Jokowi

Sementara itu, BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Japro) menyatakan siap mengelola tanah hasil reklamasi Pantai Utara (Pantura) Jakarta.

Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, pihaknya telah menerima penugasan pengelolaan tanah hasil reklamasi Pantai Utara Jakarta melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 120 Tahun 2018. []

SUMBER: REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline