Unik, Informatif , Inspiratif

Kenapa Fatimah Diberi Panggilan Az-Zahra’?

0

Dialah kekasih Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bunganya yang harum semerbak. Beliau menyebutkan sebagai salah satu dari wanita terbaik di seluruh dunia.

Dari Anas, bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Cukuplah untukmu dari wanita-wanita di seluruh dunia ini Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, dan Asiyah istri Firaun.” (Musnad Ahmad, 12726, Shahih)

BACA JUGA: Setelahnya, Rasulullah Tidak Dapatkan Waktu Shalat Kembali

Rasulullah memberinya gelar az-Zahra’, karena dia adalah bunga beliau yang harum baunya dan putri yang paling dicintainya, karena dia adalah bungusu dan yang mampu menjaga kelestarian keturunan Rasulullah.

Apabila beliau masuk ke rumahnya, dia berdiri, mencium tangannya dan mempersilakan beliau duduk di tempatnya.

Ialah sayyidah Fathimah az-Zahra’ binti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dari Ummul Mu’minin Aisyah ra.

Ia berkata, “Aku tidak melihat seorangpun yang lebih mirip perangainya, petunjuknya dan penunjukkannya—Al-Hasan berkata: ucapan, omongan, petunjuk dan penunjukkannya, dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam—daripada Fathimah, semoga Allah memuliakan wajahnya.

Apabila Fathimah masuk ke rumah Rasul, maka beliau memegang tangannya dan menyuruhnya duduk di samping beliau, seraya menyampaikan ucapan selamat datang.

Apabila beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam pulang dari peperangan atau bepergian maka beliau selalu masuk masjid terlebih dahulu untuk mengerjakan shalat sunnah, kemudian brkunjung ke rumah Fathimah az-Zahra’, kemudian barulah beliau mengunjungi istri-istrinya ra.

BACA JUGA: Rasulullah Kena Sihir

Sayyidah Fathimah menyaksikan berbagai kejadian luar biasa, saat kaum Muslimin menjadi korban pemboikotan keras kalangan Quraisy dan Bani Hisyam di Syi’b Abu Thalib. Iapun merasakan kepedihan mendalam saat ditinggalkan wafat oleh ibunya Sayyidah Khadijah.

Enam bulan setelah Wafatnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, sayyidah Fathimah juga menghadap kepada naungan Rabbnya. Dia dimakamkan di Baqi’ pada malam Selasa, tanggal tiga Ramadhan, tahun kesepuluh Hijrah saat berumur dua puluh delapan tahun. []

Sumber: Keistimewaan 62 Muslimah Pilihan: Rujukan Paling Inspiratif Sepanjang Masa, Ali bin Nayif asy-Syuhud


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.