Inspirasi dan Data

Kenapa Harus Bernafas Lewat Hidung? Keajaiban Ini Jadi Salah Satu Alasannya

0 118
nafas-  - Kenapa Harus Bernafas Lewat Hidung? Keajaiban Ini Jadi Salah Satu Alasannya -
foto: PsikologID

INSPIRADATA. Allah menciptakan segala sistem di alam semesta dan isinya ini dengan sangat sempurna. Termasuk mekanisme tubuh kita.

Manusia membutuhkan udara untuk bernafas dan Allah menggratiskannya untuk kita. Tapi, kenapa kita harus menghirup udara dengan hidung, padahal kan dengan mulut juga bisa?

Ternyata ada fakta menarik dibalik hal sederhana yang kadang luput dari renungan kita. Ternyata ada ‘keajaiban’ tersendiri yang baru terungkap oleh para peneliti baru-baru ini.

Saat ini, sebuah penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa pernapasan memang mempengaruhi aktivitas otak. Hasilnya luar biasa. Orang akan lebih mampu mengingat sesuatu dan mengenali rasa takut saat bernafas atau menghirup udara melalui hidung.

Teknik pernapasan dengan cara menarik nafas panjang melalui hidung ini benar-benar memberi dampak ativitas pada otak. Bahkan dapat meningkatkan memori Anda.

Peneliti Northwestern University merekrut sekitar 100 orang dewasa, beberapa diantaranya diminta untuk membuat keputusan cepat, sambil melihat ekspresi wajah yang melintas sekilas di layar komputer. Ketika seseorang menghirup udara melalui hidung mereka, mereka dapat mengenali ekspresi wajah ketakutan lebih cepat dibandingkan ketika mereka sedang menghembuskan napas.

Begitu pula ketika dites untuk mengingat, mereka lebih mudah mengingat setelah menghirup nafas dibandingkan saat mengembuskan nafas. Ketika bernapas melalui mulut, semua efek ‘ajaib’ ini justru menghilang.

Penelitian terbaru ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa irama pernapasan menciptakan aktivitas listrik di otak, menurut laporan yang diterbitkan di dalam The Journal of Neuroscience.

“Data kami memang masih sangat awal, namun menarik,” kata penulis utama Christina Zelano,PhD, seorang asisten profesor neurologi dari Northwestern University Feinberg School of Medicine. “Dan meskipun terlalu awal pada tahap ini, data ini memiliki potensi untuk membawa beberapa strategi pernapasan yang berguna bagi peningkatan kognitif.”

Para peneliti menemukan bahwa ketika Anda bernapas dalam-dalam, secara otomatis Anda merangsang neuron pada korteks penciuman, amigdala, dan hippocampus, pada seluruh sistem limbik.

Zelano juga menyebutkan bahwa penelitian lebih lanjut pada topik ini mungkin dapat membantu menjelaskan beberapa manfaat psikologis dari meditasi dan pengaturan dalam bernapas.

Sumber: National Geographic Indonesia

loading...
loading...
Comments
Loading...