peran orangtua
Foto: freestocks.org

Kenapa Pacaran Dilarang dalam Islam?

Islam sudah jelas melarang pacaran, perbuatan yang mengharuskan dua laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom untuk berdekatan. Namun, masyarakat seakan ‘dibuat terbiasa’ dengan ‘kebiasaan pacaran’ sehingga masyarakat saat ini membiarkan hal yang tidak dibenarkan.

Islam begitu memuliakan umatnya, ada alasan besar kenapa pacaran dilarang dalam Islam, diantaranya:

Pacaran itu Zina
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (QS Al-Isra: 32).

Karena bagaimanapun bungkusnya, pacaran akan menjerumus pada zina. Sepintar-pintarnya dua insan yang dimabuk asmara menjaga jarak, syetan lebih pintar untuk menggoda.

Menjaga Pandangan
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nur: 30).

Nah lho, apabila seperti ini masih ngelak cari alasan ‘syari’ buat pacaran?  Allah SWT yang langsung meminta umatnya untuk senantiasa menjaga pandangannya. Karena segala sesuatunya berawal dari mata. Jika mata sudah terkontaminasi hal yang tidak baik, maka saat itu juga hati ikut merasakannya.

“Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).” (Al-Ahzab: 32).

Berkhalwat
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad).

Wanita itu Berbahaya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita.” (HR Al-Bukhari).

Karena wanita selalu memberikan pesonanya sendiri. Wanita akan membawa laki-laki pada dua pilihan, kebaikan atau keburukan. Segala sesuatu yang ada pada diri wanita selalu manarik bagi laki-laki. Tak heran, wanita adalah penentu kesuksesan dan kehancuran seorang laki-laki.

Begitu Dilarangnya Menyentuh Wanita yang Bukan Mahrom
“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Itulah cara terbaik Allah SWT melindungi hambanya. Bukan semata-mata melarang, namun juga memberikan hal terbaik bagi hambanya. Setelah itu manusialah yang bertindak untuk memilih jalan yang jelas-jelas salah, atau kembali dan memilih jalan yang benar. []

Sumber: Satumedia


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *