Alwaleed bin Talal (foto: thestar)

Kenapa Tahanan Korupsi Saudi Ditempatkan di Hotel Elit?

Sejak Sabtu (04/11/2017) malam waktu setempat, para pengguna Hotel Ritz Carlton di Saudi telah dipindahkan ke hotel di sekitar ibukota. Hal tersebut, karena akan dijadikan tahanan para pangeran dan anggota kerajaan lainnya yang menjadi tersangka korupsi.

Kasus korupsi di Arab Saudi itu tentu menyita perhatian dunia, pun begitu dengan tempat tahanan. Tersangka kasus korupsi itu tidak ditempatkan di sel yang sama dengan para kriminal lainnya di hotel elit tersebut.

Mereka agaknya menjadi tahanan dengan profil tertinggi dalam sejarah kerajaan Arab. Dan tentu menjadi yang paling diistimewakan oleh pemerintah.

Seperti diberitakan sebelumnya, komite anti-korupsi baru dengan pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menahan 11 pangeran, empat menteri yang masih menjabat dan puluhan mantan menteri.

Komite tersebut telah diberi wewenang luas untuk menyelidiki kasus korupsi, mengeluarkan surat perintah penangkapan dan pembatasan perjalanan, serta membekukan aset.

Kendati wewenang tersebut, tindakan yang diambil Putra Mahkota itu bukan berarti tanpa risiko.

Secara historis kesukuan, menghina kepala keluarga dan sosok senior memiliki risiko tersendiri. Kerajaan modern saat ini merupakan aliansi konsensus antara berbagai cabang kerajaan-kerajaan yang kerap bersaing.

Merendahkan seseorang dengan memasukkannya ke dalam sel penjara, adalah sebuah langkah yang akan memberikan dampak yang jauh lebih luas dan berimplikasi secara kesukuan. Hingga dapat menimbulkan kekhawatiran akan putusnya ikatan kesukuan.

Karena itulah, hotel yang dijadikan tahanan menjadi solusi yang baik.

“Dia tidak bisa memasukan mereka ke penjara dan dia tahu itu. Jadi ini merupakan solusi paling bermartabat yang bisa dia temukan,” kata salah seorang pejabar senior Arab Saudi, lansir The Guardian. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Obbie Mesakh, Raja Pop 80-an

Hampir semua artis yang ia orbitkan berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *