Kentut Setan, Inikah Maknanya?

0

Setan bisa kentut? Bagaimana rupa dan kapan waktunya? Pertanyaan ini mungkin sekilas akan terbesit dalam benak kita, terutama jika pertama kali mendengar atau sepintas membaca riwayat mengenai kaburnya setan hingga terkentut-kentut ketika mendengar kumandang azan dan iqamah.   

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَان ، وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِين فَإِذَا قُضِيَ النِّدَاءُ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا، اذْكُرْ كَذَا، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ؛ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِي كَمْ صَلَّى

Apabila azan sebagai panggilan shalat dikumandangkan maka setan akan lari.

BACA JUGA: Setan Pun Lari Terkentut-kentut saat Mendengar Adzan

Ia mengeluarkan kentut sehingga ia tidak mendengar kumandangan azan.

Kemudian ketika azan selesai dikumandangkan, setan kembali.

Ketika iqamah dikumandangan ia pun lari lagi sehingga ia datang kembali ketika iqamah telah selesai dikumandangkan.

Ia lalu mendekat dan lewat di antara manusia dan hatinya sembari berujar, ‘Ingatlah ini, ingatlah itu.’

Demikian ini dilakukan agar ia (manusia) sibuk mengingat hal-hal yang tidak ia ingat sehingga lupa jumlah rakaat shalat yang telah dilaksanakan sehingga membuatnya tidak tahu berapa rakaat yang telah dilaksanakan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Terkait hadis di atas, menurut Qadli ‘Iyadl, frasa “ia (setan) mengeluarkan kentut”, bisa saja dipahami secara tekstual, yaitu bahwa setan mengeluarkan kentut ketika ketika mendengar kumandang azan.

Alasan yang dikemukakan Qadli ‘Iyadl adalah bahwa setan merupakan jisim yang juga makan sehingga bisa diterima secara nalar jika ada angin (kentut) yang keluar darinya.

Namun, bisa juga maksud frasa hadits tersebut adalah mengungkapkan tentang larinya setan dengan sangat kencang (syiddatu nafarihi) ketika mendengar kumandangan azan.

قَالَ عِيَاضٌ : يُمْكِنُ حَمْلُهُ عَلَى ظَاهِرِهِ ؛ لِأَنَّهُ جِسْم مُتَغَذٍّ يَصِحُّ مِنْهُ خُرُوج الرِّيحِ ، وَيَحْتَمِلُ أَنَّهُ عِبَارَةٌ عَنْ شِدَّةِ نِفَارِهِ

 “Apabila adzan sebagai panggilan shalat dikumandangkan maka setan akan lari sembari kentut sehingga ia tidak mendengar kumandangan adzan.” Qadli ‘Iyadl berkata: ‘Bisa jadi frasa ini dipahami secara tekstualis, sebab setan merupakan jisim yang makan yang bisa keluar angin (kentut) darinya. Dan bisa jadi maksudnya adalah menggambarkan tentang larinya setan dengan sangat kencang ketika mendengar kumandang adzan.” (Lihat Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarhu Shahihil Bukhari, [Beirut, Darul Ma’rifah: 1379 H], juz II, halaman 85).

Berangkat dari penjelasan yang dikemukakan oleh Qadli ‘Iyadl di atas maka setidaknya dapat dipahami bahwa setan bisa saja kentut.

BACA JUGA: Setan Bisa Perkosa Wanita saat Tidur? Ini Penjelasannya

Pasalnya, setan juga termasuk makhluk yang mengonsumsi makanan sehingga bisa saja dibenarkan apabila memang ada angin (kentut) yang keluar darinya.

Wallahu a’lam bishawab. []

 

Sumber: Nu.or.id

Kamu Sedang Offline