kepala botak picu jantung
Foto: iStock

Kepala Botak pada Pria Picu Penyakit Jantung, Benarkah?

Apa yang kita rasakan jika rambut mengalami kebotakan dan muncul uban di usia dini? Kebotakan dini dan munculnya uban bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah keturunan.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebotakan pada pria menjadi tanda risiko adanya penyakit jantung. Faktor risiko tersebut lebih kuat daripada obesitas.

Dilansir dari Science Daily, berdasarkan penelitian yang dipresentasikan di 69th Annual Conference of the Cardiological Society of India (CSI) yang berlangsung di India, 30 November-3 Desember 2017, disebutkan bahwa para lelaki yang mengalami kebotakan atau beruban pada usia muda, lima kali lebih berisiko mengalami penyakit jantung sebelum usia 40 tahun.

Dokter Kamal Sharma, peneliti utama dan seorang profesor kardiologi di U.N. Mehta Institute of Cardiology and Research Center di Ahmedabad, India, mengatakan, “Kebotakan dan uban di usia dini harus dipertimbangkan sebagai faktor risiko penyakit arteri koroner.”

Dia menambahkan bahwa faktor-faktor tersebut mungkin mengindikasikan usia biologis, dan bukan kronologis, yang mungkin penting dalam menentukan risiko kardiovaskular dan merupakan faktor risiko yang masuk akal untuk penyakit arteri koroner.

Penelitian ini, dilansir dari Independent.co.uk, membandingkan 790 laki-laki di bawah usia 40 tahun yang menderita penyakit arteri koroner dengan 1.279 laki-laki berusia sama yang sehat. Mereka kemudian diberi skor berdasarkan tingkat kebotakan dan uban, serta menjalani electrocardiogram (EKG), echocardiography, tes darah, dan angiogram koroner.

Para peneliti ini menemukan bahwa para laki-laki muda yang mengidap penyakit arteri koroner secara signifikan mengalami uban prematur atau kebotakan daripada mereka yang sehat.

CBS News menuliskan bahwa kebotakan pada laki-laki terkait dengan kemungkinan terkena penyakit jantung yang 5,6 kali lebih tinggi, sementara uban prematur terkait dengan risiko 5,3 kali lebih tinggi.

Sebagai perbandingan, obesitas hanya dikaitkan dengan risiko terkena sakit jantung yang 4,1 kali lebih besar. Risiko-risiko lainnya termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, faktor keluarga yang mengalami penyakit arteri koroner prematur, indeks massa tubuh yang lebih tinggi, kelainan kolesterol, dan merokok.

Akan tetapi, seperti dikutip dari BBC, British Heart Foundation mengatakan bahwa faktor-faktor risiko lainnya juga penting. Dokter Mike Knapton dari BHF mengatakan penelitian ini menyebutkan bahwa dengan mengidentifikasi laki-laki dengan kebotakan dan uban prematur dapat membantu mengidentifikasi mereka yang memiliki tingkat risiko tinggi terkena penyakit jantung.

“Akan tetapi, ini bukanlah sesuatu yang dapat diubah oleh orang-orang, sementara Anda dapat mengubah gaya hidup dan faktor-faktor risiko seperti tingkat kolesterol dan tekanan darah. Ada lebih banyak hal lain yang harus diperhatikan,” jelas Knapton.

Sementara Alun Hughes, profesor kardiovaskular dan farmakologi di University College London, dalam Science Media Center mengatakan bahwa hubungan yang serupa pernah ditemukan sebelumnya.

Sebuah penelitian terhadap sekitar 37.000 orang di Jepang pada tahun 2013 menyebutkan bahwa risiko laki-laki botak mengalami penyakit jantung koroner 32 persen lebih besar.

“Masyarakat berspekulasi bahwa hal ini merupakan indikator kerusakan DNA yang terkait dengan penuaan,” jelasnya.

Profesor Hughes juga mengatakan sebuah penelitian terhadap 10.885 orang Denmark pada tahun 2014 melaporkan bahwa rambut abu-abu memprediksi penyakit jantung masa depan, namun mengatakan bahwa hal itu dapat dijelaskan dengan memperhitungkan faktor risiko kardiovaskular lainnya.

Dokter Dhammdeep Humane, penulis utama, menyebutkan bahwa lelaki dengan prematur uban dan androgenic alopecia atau kebotakan harus mendapatkan pengawasan ekstra untuk penyakit arteri koroner dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga, dan manajemen stres.

“Penelitian kami menemukan keterkaitannya, akan tetapi hubungan kausalnya masih perlu diteliti lebih dalam, sebelum obat-obatan direkomendasikan bagi laki-laki yang mengalami kebotakan atau uban prematur,” pungkasnya.[]

 

Sumber: Beritagar.id

 

 


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Bahaya Menelepon Saat Hujan, Wajib Tahu

Jadi berhati-hatilah menelepon di saat hujan apalagi disertai dengan petir. Bisa-bisa Anda kehilangan nyawa karena hal sepele tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *