Kepeduliannya pada Anak Jalanan Antar Mahasiswi Ini Unjuk Ide di PBB

maryam-qonitaINSPIRADATA. Masa kuliah adalah momen-momen penuh kebebasan, dimana pemuda-pemudi yang beranjak dewasa mulai menjajaki dunia luar yang bebas dan liar. Namun tidak dengan mahasiswi yang satu ini, alih-alih terseret dengan alur kehidupan mahasiswa yang cenderung bebas—ia memilih tuk aktif bergelut memberdayakan anak-anak putus sekolah. Hal yang membuatnya kemudian unjuk ide di PBB.

Adalah Maryam Qonita—mahasiswi Jurusan Psikologi UNJ angkatan 2013—ini, 11 September 2016 lalu bertolak ke markas PBB guna mempresentasikan idenya soal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Meski masih asing di telinga kita, ternyata Maryam—aktivis sosial—cukup dikenal di Kuningan, kampung halamannya.

Maryam sendiri aktif bergelut di bidang BKBPP (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan). P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) yang juga digarap oleh dinas sosial setempat.

Ia pun menggagas program bertajuk rumah singgah–bersama-sama aktivis lainnya di LSM Satu Hati–yakni kegiatan berupa pemulihan kesehatan mental bagi anak-anak yang mengalami kekerasan seksual.

Ketika ditanya kenapa bergiat di wilayah yang sepi peminat, Maryam mengaku awalnya hanya mengikuti saja.

“Awalnya karena gabung lsm itu. Jadi sering perwakilan lsm kemana-mana. Misal program PPA-PKH sama dinas sosial, saya diminta jadi motivator anak-anak putus sekolah. Atau program anak-anak berhadapan dengan hukum (ABH) jadi perwakilan lsm,” ujar Maryam kepada Inspiradata via pesan tertulis.

Di kantor PBB, Maryam bersama 12 mahasiswa lainnya dari berbagai negara mempresentasikan ide kegiatan bersama di UN SDG 3 (United Nations The Sustainable Development Goals) dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Soal Mother and Maternal Health, yang juga berkaitan dengan KB dan SRHR (Sexual and Reproductive Health Right), turut diangkat oleh Maryam dalam programnya.

Terakhir Maryam menitipkan pesan untuk para pemuda-pemudi, khususnya mahasiswa. “Lakukan sesuatu yang produktif sesuai dengan passion dan bakat. Selama itu baik dan bermanfaat untuk sesama. Menjadi bermakna dan bukan sekadar ada, ujar Maryam.

“Karena kalau katanya pemuda itu sering dikatakan agen perubahan masa depan, sebenarnya masa depan itu sekarang. Itu sih,” tutup Maryam. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *