Unik, Informatif , Inspiratif

Kepolisian: Belum Semua Warga Nduga Terima TNI-Polri

0 33

Walaupun di Nduga sudah didirikan Polsek dan Koramil, itu tidak berarti warga Nduga menerima Polri dan TNI sepenuhnya. Padahal kehadiran TNI dan Polri adalah untuk menjaga keamanan daerah sekitar.

Hal ini diungkap oleh Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Martuani Sormin. Martuani somin mengatakan bahwa Nduga merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Papua yang sebagian warganya hingga kini menolak kehadiran TNI dan Polri. Kapolda juga menambahkan bahwa di Nduga hanya terdapat Polsek dan Pos Koramil.

“Kantor Polsek yang ada di wilayah rawan konflik bersenjata itu baru di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.” Kata Kapolda.

Untuk menambah keamanan, Polda Papua telah menjajaki untuk meningkatkan status Polsek Kenyam menjadi Polres setelah ada permintaan dari Bupati Nduga, Yarius Gwijangge.

BACA JUGA Dukungan Papua Merdeka Pun Datang dari Negara Ini

Untuk kepentingan keamanan ini, Bupati Nduga telah menandatangani surat keputusan pelepasan tanah adat untuk pembangunan Mapolres Nduga.

Di lain pihak, rencana pembangunan Polsek Mapenduma juga menuai penolakan dari oknum warga setempat. “Memang ada sebagian kecil yang menolak kehadiran TNI dan Polri di sana. Tapi kami pastikan bahwa yang sebagian kecil itu hanyalah oknum, bukan masyarakat yang menolak kehadiran TNI dan Polri,” kata Irjen Sormin.

Walaupun ada penolakan sebagian warga, tapi karena kasus kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Nduga semakin meningkat, maka keamanan menjadi penting. Polda Papua bersama Kodam XVII/Cenderawasih berkomitmen untuk segera menempatkan pasukan TNI dan Polri di wilayah tersebut.

BACA JUGA: PBB Pernah Tolak Petisi Kemerdekaan Papua Barat

Kekerasan terhadap warga sipil, sudah berlasung sebelum terjadinya insiden pembantaian terhadap pekerja PT Istaka Karya di Gunung Kabo, Distrik Yall. Kekerasan di Nduga ini ditengarai dilakukan oleh KKB. Salah satunya kasus penyekapan dan pelecehan seksual yang menimpa guru dan petugas kesehatan di Mapenduma.

Bukan hanya itu, beberapa kali armada pesawat terbang perintis juga diberondong tembakan oleh KKB saat mendarat di Kenyam. Hal itu menyebabkan seorang pilot luka. Ini terjadi beberapa bulan yang lalu.

Karena kpondisi tida aman, maka beberapa waktu lalu Bupati Nduga Yarius Gwijangge menemui Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin di Jayapura untuk meminta segera dibentuk Polres Nduga di Kenyam. Bupati Nduga Yarius Gwijangge berjanji akan membantu sepenuhnya pembangunan Polres Mapolres Nduga dan Polsek Mapenduma.

BACA JUGA: TNI Lakukan Penyelamatan Sandera dan Penangkapan Gerombolan di Papua

Belum lama ini Yarius menjelaskan bahwa dirinya sudah sudah tanda tangan surat pelepasan tanah itu. Kemudian secara bertahap melakukan pembersihan lahan. Menurutnya pula, memang lahan itu masih sebagian berupa hutan.

Untuk kepentingan keamanan, bupati Nduga mendukung penuh langkah Polda Papua menumpas kelompok bersenjata yang sering berulah di daerahnya. Pelaku kekerasan di Mapenduma harus ditangkap dan dilakukan penindakan hukum.

Yarius berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat berjalan bersama dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di Nduga. []

SUMBER: REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline