Unik, Informatif , Inspiratif

Kerap Diejek, Bocah Tak Punya Anus Ini Tak Ingin Sekolah

0

Anton Rayhan Maulana (11), seorang pelajar SD kelas tiga di Brebes yang kini menjalani hidup dengan anus buatan tak mau bersekolah lagi. Karena beberapa temannya kerap mengejek dirinya sehingga membuat malu atau minder.

Terpaksa Rayhan keluar dari sekolah. Orang tua siswa asal Desa Jagapura, Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini mengaku kasihan melihat kondisi anaknya.

Anak ke tujuh dari delapan bersaudara pasangan Tarjo dan Rodiyah itu kini hanya berada di rumah menghabiskan waktu bersama orang tua. Karena minder tidak punya anus, dia tak mau bersekolah. Sejak lahir, untuk mengeluarkan kotoran, dokter membuatkan anus buatan di bagian perut. Rayhan memutuskan keluar dari sekolah, karena kerap diejek teman sekolahnya.

Rodiyah, ibu Rayhan, menjelaskan, sejak masih bayi, anaknya hidup dengan anus buatan di perut. Ketika baru lahir, Rayhan tak punya lubang dubur untuk dirinya mengeluarkan kotoran. Saat itu, kotoran bayi keluar melalui mulut. Kemudian dilakukanlah operasi dengan membuat anus buatan pada bagian perut oleh tim dokter yang menangani.

Tim dokter menyarankan agar Rayhan menjalani operasi pembuatan lubang anus maksimal usia 1 tahun. Namun karena tidak adanya biaya, maka kondisi ini dibiarkan berlarut larut hingga Rayhan berumur 11 tahun.

“Saya sudah bujuk agar mau sekolah lagi, namun anaknya tidak mau. Karena sering diejek karena menimbulkan bau,” ujar Rodiyah saat ditemui di rumahnya Minggu (13/8/2017) siang.

Dia berharap Rayhan bisa kembali normal seperti anak lainnya. Kondisi yang menimpa Rayhan ini menarik perhatian dari berbagai pihak.

Kini telah terdapat beberapa donatur yang bersedia membantu proses pengobatan di RS dr Kariadi, Semarang. Pemerintah Kabupaten Brebes juga memberi bantuan pengobatan untuk Rayhan.

Bupati Brebes Idza Priyanti pun mengunjungi rumah keluarga Rayhan. Ia membujuk Rayhan agar mau kembali bersekolah.

“Saya prihatin karena anak ini sampai tidak mau sekolah. Tadi saya sudah bujuk besok biar mau sekolah,” kata Idza, seperti dilansir detikcom.

Pemkab pun akan membantu agar proses pengobatan ini bisa ditangani melalui BPJS.

Rayhan berasal dari keluarga kurang mampu dan hanya menempati rumah sederhana dari anyaman bambu. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.