Unik, Informatif , Inspiratif

Luput, Sejarah Hari Pahlawan dan Gedung Internatio

0 62

Di kepala kita, yang paling melekat saat mendengar Hari Pahlawan adalah momen perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato.

Atau Arek-arek Suroboyo yang berhasil menewaskan Pemimpin pasukan Inggris, Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby.

BACA JUGA: Kembali Mengingat Pahlawan dalam Uang Seribu

Ternyata bukan hanya itu yang perlu kita tahu. Gedung Internatio di Surabaya ini pun adalah saksi bisu yang paling penting dalam peristiwa menggetarkan pada 10 November 1945 itu.

Gedung itu identik dengan Hari Pahlawan karena memiliki hubungan dengan pasukan Inggris, setelah pasukan Inggris mendarat di Pelabuhan Tanjung Merak pada 25 Oktober 1945.

Dikutip dari Wikipedia, Gedung Internatio dibangun oleh arsitek asal Belanda bernama Frans Johan Louwrens Ghijsels.

Gedung Intenatio yang terletak di persimpangan Jalan Rajawali dan Jalan Garuda, Surabaya, Jawa Timur itu menjadi saksi bisu sejarah perjuangan rakyat Surabaya melawan sekutu.

Dikutip dari Kompas.com, gedung ini menjadi lokasi tewasnya pemimpin pasukan Inggris, Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby.

Jembatan merah

Memang banyak yang mengira bahwa Mallaby tewas di Jembatan Merah yang berlokasi tidak jauh dari Gedung Internatio. Namun sebenarnya, peristiwa tewasnya Mallaby terjadi di area Gedung Internatio.

Mengutip Tribun Jatim, tewasnya Mallaby di Gedung Internatio menjadi awal meletusnya pertempuran 10 November 1945.

BACA JUGA: Hari Pahlawan dan 10 November?

Mallaby tewas di area Gedung Internatio karena gedung ini merupakan markas pasukan Inggris, sesaat setelah dia diserang oleh Arek-arek Suroboyo. []

SUMBER: GRID | KOMPAS | TRIBUN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline