Unik, Informatif , Inspiratif

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Segera Beroperasi di 2021, Ini 4 Faktanya

0 1.638

 

Kemacetan ruas jalan Jakarta Cikampek diharapkan akan menurun setelah beroperasi Kereta Cepat Jakarta Bandung. Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi pada tahun 2021. Proyek transportasi itu dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan BUMN dengan perusahaan asal China.

Diharapkan moda transportasi baru itu dapat mengurangi kemacetan sepanjang perjalanan Jakarta-Bandung yang mencapai 140 ribu orang per hari, dan dapat menyerap 87 ribu tenaga kerja langsung (data KCIC).

Beriukut ini fakta tentang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

1. USD 6,07 Miliar

Total nilai investasi proyek ini mencapai USD 6,07 miliar, 75 persen pendanaannya berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), sedangkan 25 persen sisanya berasal dari ekuitas KCIC. Hingga Oktober 2018, CDB telah mencairkan kredit sebesar USD 810,4 juta dalam 3 tahap.

BACA JUGA:Kereta Cepat ‘Haramain’ Jeddah-Madinah Akan Segera Luncur

2. 80 Persen Lahan Sudah Dibebaskan

Berdasarkan data KCIC, saat ini 113 kilometer (km) atau 80 persen lahan telah dibebaskan. Adapun kebutuhan total lahan untuk proyek ini mencapai 142,3 km. Sebanyak 29,3 persen atau 20 persen lahan sisanya sedang dalam proses pembebasan. Untuk progres konstruksi saat ini baru mencapai 3,2 persen.

3. Kapasitas Angkut Capai 109 Ribu Orang per Hari
Dengan headway antar kereta hanya 20 menit, Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat menampung 109 ribu penumpang per hari.Frekuensi perjalanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebanyak 100 kereta per hari, rinciannya 92 kereta untuk rute Halim-Karawang-Walini-Tegalluar (pulang pergi), dan 8 kereta rute Halim-Karawang (pulang pergi).

BACA JUGA: Berjaya di Era Utsmani, Stasiun Kereta Api Hijaz Kembali Direnovasi

4. Meningkatkan Perekonomian Wilayah Sekitar Stasiun

PT KCIC yakin ketika Kereta Cepat Jakarta-Bandung beroperasi, kawasan Halim nantinya akan menjadi pusat bisnis di area transit, sementara Kerawang menjadi pusat kota industri karena investor dan pebisnis lebih mudah mengakses, sedangkan Walini menjadi pusat agrowisata, pendidikan dan riset, serta Tegalluar menjadi kota teknopolis.[]

SUMBER: KUMPARAN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline