Kesepakatan, Uni Eropa dan Iran Tinggalkan Dolar AS

0

Negara-negara besar eropa Prancis, Jerman, dan Inggris telah sepakat untuk mempertahankan perdagangan bersama Iran dengan tidak melakukan transaksi atas dolar AS.

BACA JUGA: Gates Donasikan 50 Juta Dolar AS untuk Riset Alzheimer

Seprti dilansir dari Russia Today, Selasa (11/7/2018) perusahaan-perusahaan Eropa berada di bawah tekanan AS yang mengancam hubungan bisnis dengan Iran.

Karena sebagian besar transaksi saat ini dilakukan menggunakan dolar AS, perusahaan yang beroperasi di Iran menghadapi potensi hukuman AS.

Menurut Menteri Luar Negeri Rusia, Segey Lavrov, “keputusan itu terutama ditujukan untuk perusahaan kecil dan menengah.”

Dia menjelaskan bahwa ketiga negara dalam kesepakatan Iran telah sepakat untuk melakukan langkah-langkah untuk melindungi bisnis mereka dari sanksi AS.

“Semua orang setuju bahwa sanksi AS adalah kebijakan yang benar-benar ilegal dan tidak dapat diterima. Keputusan mereka tidak dapat bisa diubah dan akan ada pergolakan ekonomi dan pengaruh politik,” tambahnya.

Pekan lalu, anggota parlemen Uni Eropa memberi persetujuan Bank Investasi Eropa (EIB) untuk melakukan bisnis di Iran dalam upaya untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015.

“Kami memberi EIB kapasitas untuk berinvestasi di Iran jika proyek yang sesuai ditemukan,” kata Siegfried Muresan, seorang anggota parlemen dari Partai Rakyat Eropa.

“Kesepakatan Iran merupakan keamanan Eropa,” katanya kepada Reuters, mengacu pada perjanjian yang ditandatangani pada 2015.

BACA JUGA: Halima Aden, Idola dari Somalia yang Jadi Model Berhijab

AS menarik diri dari kesepakatan Iran pada 8 Mei. Sanksi AS akan berlangsung dua tahap, dengan putaran pertama pada bulan Agustus, dan dengan sanksi paling keras kembali pada awal November.[]

SUMBER: RUSSIA TODAY | AKURAT

Kamu Sedang Offline